3 Alasan Antonio Conte Tidak Bisa Langsung Sukses di Tottenham

robin -

Antonio Conte

IDNGoal.news – Antonio Conte dikabarkan akan segera diumumkan sebagai pelatih baru Tottenham Hotspur. Conte dipercaya menggantikan posisi Nuno Espirito Santo.

Senin (1/11/2021) kemarin, Spurs mengumumkan pemecatan Nuno setelah 10 pertandingan di liga. Keputusan ini diambil setelah kekalahan Tottenham dari Manchester United (0-3).

Begitu pemecatan diumumkan, nama-nama calon pengganti langsung diramaikan. Conte jadi kandidat utama karena Spurs sudah cukup lama membidik Conte.

Kini kabarnya Conte sudah mencapai kesepakatan dengan Tottenham. Dia akan segera meneken kontrak dan memulai proyek besar di London.

Conte memang punya riwayat impresif dalam hal meraih trofi. Namun, paling tidak ada 3 alasan mengapa Conte mungkin gagal di Spurs. Apa saja sih?

1. Skuad Spurs kurang

Conte terbukti mampu membawa tim jadi juara. Dia melakukannya bersama Inter Milan, Chelsea, dan jelas bersama Juventus dahulu.

Namun, Conte dikenal sebagai pelatih yang membutuhkan pemain-pemain tertentu untuk mengisi formasi tim. Artinya dia punya satu taktik yang pasti dan klub harus merekrut pemain untuk mengisi posisi-posisi dalam taktik tersebut.

Saat ini skuad Spurs sudah cukup bagus, tapi dinilai belum cukup kuat untuk jadi juara. Artinya, Conte sulit membawa Spurs langsung meraih trofi di musim pertamanya.

2. Tangguhnya rival

Tottenham boleh merekrut Conte, salah satu pelatih terbaik yang tersedia sekarang. Masalahnya, saat ini sudah ada cukup banyak pelatih top di Premier League.

Masih ada Manchester City, Liverpool, dan Chelsea. Tiga tim top ini saling sikut di level top untuk meraih trofi.

Sejauh ini level Man City, Liverpool, dan Chelsea tampak jauh di atas rival-rival lain. Conte harus mendobrak dominasi itu, jelas bukan tugas mudah.

3. Masalah Tottenham

Tottenham punya riwayat buruk dalam memecat pelatih beberapa tahun terakhir. Mereka memecat Mauricio Pochettino tahun 2019, memecat Jose Mourinho tahun 2020, dan memecat Nuno Espirito Santo di tahun 2021 ini.

Mungkin pelatih-pelatih itu bermasalah dan gagal memenuhi target. Namun, jika ditelaah, masalah juga terletak pada pihak klub.

Memecat pelatih dalam jarak yang terlalu singkat menunjukkan kesalahan awal dalam menunjuk pelatih tersebut.

Share

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?