3 Penyebab Utama Terpuruknya Juventus: Strategi Allegri Mulai Dipertanyakan

admin - Liga Italia

Ekspresi pemain Juventus usai kalah dari Monza pada pekan ke-7 Serie A 2022/2023

IDNGoal.news – Juventus sedang berada dalam kondisi yang tidak bagus. Hal itu membuat Massimiliano Allegri sebagai pelatih mendapat tekanan berat.

Penyebabnya Juventus cuma meraih dua kemenangan pada total sembilan pertandingan musim ini di semua kompetisi.

Tren buruk Massimiliano Allegri sebenarnya sudah terlihat sejak musim lalu. Pasalnya di tangannya, Juventus gagal meraih trofi apapun.

Ini merupakan kali pertama kurun waktu sebelas musim terakhir, Juventus mengakhiri musim tanpa piala.

Padahal pada periode pertama menangani I Bianconeri, Allegri mempersembahkan sebelas gelar juara untuk Juventus. Wajar kini fans Si Nyonya Tua benar-benar menyimpan ekspektasi tinggi terhadap Allegri.

Lantas apa biang kerok keterpurukan Juventus yang membuat Si Nyonya Tua bak tanpa taring alias ompong? Yuk scroll ke bawah untuk membaca analisis Juventus.

1. Krisis Kepemimpinan

Juventus krisis kepemimpinan. Sosok Leonardo Bonucci yang diharapkan bisa jadi anutan, sejauh ini belum dapat memerankan perannya dengan maksimal.

Usai kekalahan dari Monza dengan skor 0-1, ultras Juventus merilis pernyataan yang bernada amukan untuk sosok Bonucci. Ultras menganggap Bonucci bukan merupakan sosok pemimpin.

Padahal jika melihat ke belakang, Juventus selalu punya sosok pemain dengan mentalitas kuat. Sebut saja Alessandro Del Piero, Gianluigi Buffon sampai Giorgio Chiellini.

2. Faktor Federico Chiesa

Federico Chiesa bukan cuma tulang punggung Timnas Italia tapi juga Juventus. Terbukti ketika Chiesa cedera panjang, rekam jejak I Bianconeri tidak menggembirakan.

Allegri memang sudah memplot Chiesa sebagai pemain penting dalam strategi. Kolaborasinya bersama Dusan Vlahovic bakal sangat menakutkan.

Namun lantaran cedera, Juventus sampai kesulitan menutupi ketidakberadaan Federico Chiesa.

3. Strategi Allegri

Racikan strategi Allegri mulai dipertanyakan. Berbeda dengan periode pertama sebagai pelatih Juventus di mana tim memang diisi banyak pemain hebat, kini ia gagal memanfaatkan pemain yang ada.

Paling mencolok, Juventus tidak punya gelandang yang punya visi permainan bagus. Sebelumnya ada sosok Miralem Pjanic, tapi kini Juventus tak punya pemain yang memiliki peran sama seperti itu.

Masalah diperparah lantaran Paul Pogba yang diharapkan jadi ruh permainan utama harus cedera panjang.

Share

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?