5 Pelajaran dari Duel Real Madrid vs Shakhtar Donetsk: Menang Sih, tapi…

admin - Liga Champion

Skuad Real Madrid mengheningkan cipta untuk korban tragedi Kanjuruhan

IDNGoal.news – Real Madrid berhasil menumbangkan Shakhtar Donetsk dengan skor tipis 2-1 dalam partai matchday 3 fase grup Liga Champions 2022/2023 yang dihelat di Santiago Bernabeu, Kamis (6/10/2022) dini hari WIB.

Tiga gol dalam laga ini seluruhnya tercipta di babak pertama. Real Madrid unggul dua gol lebih dahulu lewat aksi Rodrygo dan Vinicius Junior sebelum Shakhtar memperkecil skor berkat gol Oleksandr Zubkov.

Berkat hasil ini, Real Madrid kini kokoh bertengger di puncak klasemen Grup F dengan poin. Di sisi lain, Shakhtar menempel di posisi kedua dengan poin 4.

Sejumlah pelajaran bisa dipetik dari laga ini. Berikut ulasan selengkapnya.

Banyak Peluang Terbuang

Real Madrid praktis mendominasi laga ini. Bahkan, catatan tembakan kedua tim mencapai 36 kali dari Real Madrid berbanding ‘hanya’ 11 dari Shakhtar Donetsk.

Dari 36 tembakan tersebut, 14 di antaranya tepat sasaran. Namun, hanya dua tembakan yang berhasil berbuah gol, masing-masing lewat aksi Rodrygo dan Vinicius Junior.

Ini menujukkan bahwa Real Madrid sangat sering menyia-nyiakan peluang yang mereka dapat. Finishing touch Los Blancos pun bisa dikatakan wajib dibenahi.

Anatoliy Trubin Curi Perhatian

Salah satu faktor mengapa banyak peluang Real Madrid yang gagal menjadi gol adalah penampilan istimewa Anatoliy Trubin di bawah mistar gawang Shakhtar Donetsk.

Trubin yang baru berusia 21 tahun tercatat melakukan penyelamatan sebanyak 11 kali. Catatan ini tentu sungguh luar biasa bagi seorang kiper muda di laga melawan tim sekelas Real Madrid.

Tahun lalu, Trubin sempat dikaitkan dengan dua raksasa Italia, Inter Milan dan AC Milan. Performanya musim ini bisa jadi akan membuat Trubin kembali menjadi rebutan klub top Eropa.

Tren Mengkhawatirkan

Musim 2022/2023 ini Real Madrid tercatat sama sekali belum terkalahkan di semua kompetisi. Bahkan, pasukan Carlo Ancelotti sukses meraih 10 kemenangan dari 11 laga.

Meski demikian, ada tren mengkhawatirkan dari performa Real Madrid belakangan ini. Los Blancos kerap tampil di bawah standar meski tetap meraih poin penuh.

Hal ini dimulai September lalu ketika Real Madrid mengalahkan RB Leipzig 2-0. Kala itu penampilan Luka Modric cs banyak dikritik. Hal ini berlanjut di kompetisi lokal.

Akhir pekan kemarin, Real Madrid bahkan hanya bermain imbang 1-1 kala menjamu Osasuna, sekaligus mengakhiri rentetan kemenangan mereka musim ini.

Jika tak segera dibenahi, tren performa yang cukup mengkhawatirkan ini bisa menjadi petaka bagi Real Madrid ketika bertemu tim-tim yang selevel dengan mereka.

Ketajaman Benzema Belum Kembali

Akhir pekan kemarin, Benzema kembali merumput setelah sempat sebulan absen akibat cedera. Sayang, kala itu Benzema gagal membawa Real Madrid mengalahkan Osasuna.

Benzema sejatinya memiliki peluang emas untuk mencetak gol kemenangan Real Madrid. Namun, eksekusi penaltinya di akhir babak kedua gagal berbuah gol.

Ketajaman Benzema yang sangat luar biasa dalam beberapa musim terakhir kini belum kembali. Melawan Shakhtar, Benzema tercatat melepas delapan tembakan, empat di antaranya tepat sasaran. Namun, tak ada satu pun yang menjadi gol.

Sinar Rodrygo

Panelis Teknik UEFA memilih Rodrygo sebagai Player of the Match. Selain mencetak gol pembuka, Rodrygo memang juga memberi assist untuk gol Vinicius.

“Mencetak gol, memberikan umpan kepada Vinícius Junior untuk gol kedua dan menciptakan peluang bagi Benzema dan yang lainnya untuk mencetak gol. Juga bagus dalam bertahan.” ujar Panelis Teknik UEFA.

Bermain selama 80 menit, Rodrygo tercatat melepas empat tembakan, mengirim dua operan kunci, dan menciptakan dua peluang emas.

Share

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?