5 Pelajaran Laga Barcelona vs Espanyol: Debut Manis Xavi dan Konversi Peluang yang Buruk

robin -

Memphis Depay

IDNGoal.news – Debut Xavi sebagai pelatih Barcelona berjalan mulus, jika yang dilihat adalah hasil akhir. Tapi, ada beberapa hal yang harus diperbaiki oleh pelatih yang meraih tujuh trofi bersama Al Sadd tersebut.

Barcelona memenangi Derbi Barceloni atau Derbi Catalan atas Espanyol pada laga pekan ke-14 La Liga musim 2021/2022. Bermain di Camp Nou pada Minggu (21/11/2021) dini hari WIB, Barcelona menang 1-0.

Xavi harus mengucapkan terima kasih pada Memphis Depay yang mencetak gol kemenangan Barcelona pada menit ke-48. Gol pemain asal Belanda itu tercipta dari eksekusi penalti.

Lantas, apa saja pelajaran yang bisa dipetik dari kemenangan pada debut Xavi sebagai pelatih Barcelona? Simak di bawah ini ya Bolaneters.

Konversi Peluang

Barcelona hanya mampu mencetak satu gol dari sekian banyak peluang. Itu pun dari eksekusi penalti. Bukan hanya soal penampilan kiper Espanyol yang bagus, tapi juga masalah konversi peluang Barcelona.

Barcelona melepas 16 shots sepanjang laga. Tapi, hanya separuh yang tepat sasaran. Sementara, gol tercipta dari eksekusi penalti.

Xavi masih punya waktu untuk memperbaiki masalah ini. Apalagi, sejumlah pemain kunci di lini depan masih cedera. Jika Ansu Fati dan kolega sudah sembuh, mungkin masalah ini akan diselesaikan.

Penguasaan Bola Kembali

Ada yang rindu penguasaan bola khas Barcelona?

Walau belum sempurna, Xavi menghadirkan itu lagi. Sepanjang laga, Barcelona mampu melepaskan 633 umpan dengan akurasi mencapai 89 persen (592 umpan sukses). Catatan yang cukup bagus dari Xavi.

Bukan hanya sekadar menguasai bola, tapi juga menciptakan peluang. Walau XG Barcelona hanya 1.56, sejatinya mereka punya banyak peluang. Hanya saja, seperti poin sebelumnya, konversi peluang masih jadi masalah.

Espanyol Solid

Espanyol memang kalah, tetapi tidak bermain buruk. Raul De Tomas punya dua peluang yang mengenai gawang. Jika lebih beruntung, mungkin Espanyol bisa mendapat satu poin.

Espanyol bermain bagus pada babak kedua. Selain De Tomas, ada pemain pengganti Landry Dimata yang juga punya peluang bagus. Kalah, tetapi tidak bermain buruk. Espanyol layak mendapat apresiasi.

Nuansa La Masia

Xavi membuat kejutan dengan memainkan Ilias Akhomach sejak menit awal. Dia baru berusia 17 tahun! Bocah La Masia itu memenangkan persaingan dengan nama top lain seperti Coutinho atau Yusuf Demir.

Saat menarik keluar Akhomach pada awal babak kedua, Xavi memainkan pemain dari La Masia lain, Abde Ezzalzouli. Dia baru berusia 19 tahun.

Xavi memberi ruang lebar bagi pemain dari La Masia. Bukan hanya Akhomach dan Ezzalzouli, tapi ada Riqui Puig yang mendapat kesempatan bermain. Lalu, ada Nico, Gavi, Eric Garcia, Oscar Migueza, Pique, dan Busquets.

Gavi, Sang Bintang

Memphis Depay layak mendapat pujian atas aksi impresifnya pada laga kontra Espanyol. Depay mencetak gol penentu kemenangan dan menebar banyak ancaman ke gawang lawan.

Tapi, jangan lupakan peran Gavi di lini tengah. Dia bekerja sangat keras pada laga ini. Gavi membuat lini tengah Barcelona sangat berenergi. Dia memenangkan 10 duel dan melakukan lima tekel, paling banyak dibanding pemain lain.

Gavi punya andil besar atas kemenangan pada laga debut Xavi. Dia layak mendapat kesempatan bermain lebih banyak pada laga-laga selanjutnya.

Share

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?