5 Rekrutan Terburuk Juventus, Ingat Marcelo Salas?

admin - Liga Italia

Selebrasi pemain Juventus setelah menjebol gawang Paris Saint-Germain pada pekan ke-6 Grup H Liga Champions 2022/2023, Kamis (3/11/2022) dini hari WIB.

IDNGoal.news – Sebagai tim raksasa Italia, Juventus tak selalu melakukan pembelian pemain yang bagus. Ada kalanya pemain yang dibeli oleh Bianconeri tidak mampu menunjukkan penampilan terbaiknya.

Juventus sudah 36 kali memenangkan Serie A. Terakhir pada musim 2019/2020. Sedangkan di ajang Liga Champions, La Vecchia Signora sudah dua kali tampil sebagai yang terbaik.

Pada musim ini, tim asuhan Massimiliano Allegri tengah berjuang untuk kembali eksis di Serie A 2022/2023. Hingga pekan ke-18, Juve masih tertahan di posisi ketiga klasemen sementara dengan raihan 37 poin atau terpaut 10 angka dari Napoli yang masih perkasa di puncak.

Sayang bin malang, Juventus tersingkir dari Liga Champions musim ini. Angel Di Maria dkk gagal ke babak 16 besar setelah kalah 3-4 dari Benfica. Juve harus bangkit. Bila tidak, bukan tak mungkin pemain yang ada kini akan masuk daftar rekrutan terburuk dalam sejarah The Old Lady.

Berikut adalah beberapa rekrutan terburuk Juventus, seperti dilansir Footballtransfers.

Diego (25 juta euro, 2009)

Ingat Diego? Pemain asal Brasil ini memainkan peran penting dalam perjalanan Bremen ke final Piala UEFA. Sial, Bremen kalah dari Shakhtar Donest.

Namun, Diego sukses mencolong perhatian. Juventus memenangkan perlombaan untuk mengontraknya pada Mei 2009. Guna mendapatkannya, Juventus rela menghamburkan dana yang tak sedikit.

Akibatnya, mereka tak bisa memperkuat lini lain. Diego hanya bertahan satu musim di Turin. Dia lalu dijual ke Wolfsburg, Jerman, seharga 16 juta euro.

Patrick Vieira (15 juta euro, 2005)

Kepindahan Patrick Vieira pada musim panas 2005 menjadi pukulan telak oleh direktur olahraga Juventus, Luciano Moggi. Vieira telah menjadi satu di antara gelandang box-to-box terbaik di dunia selama lima tahun sebelumnya, dan merupakan andalan Arsenal yang tidak terkalahkan pada musim 2003/2004.

Namun, pemain berusia 29 tahun itu tampak lesu di Serie A dan jauh dari gelandang yang mendominasi seperti ketika bermain di Arsenal. Vieira cuma bertahan satu musim di Turin, lalu berangkat ke Inter Milan setelah skandal Calciopoli.

Juan Esnaider (4,5 juta euro, 1999)

Datang sebagai pengganti pertengahan musim untuk Alessandro Del Piero yang cedera pada 1998/1999, Juan Esnaider tampil mengecewakan di Serie A. Striker ini gagal mencetak gol selama waktunya di Italia.

Ia kembali ke La Liga, dan bergabung dengan Real Zaragoza pada Desember 2000. Setelah itu, namanya tak lagi terdengar di kancah sepak bola Eropa.

Edwin van der Sar (7,5 juta euro, 1999)

Edwin van der Sar menjadi keluarga besar Juventus sebagai pengganti Angelo Peruzzi, yang telah meninggalkan klub untuk bergabung dengan Inter pada musim panas 1999. Pemain asal Belanda itu dipandang sebagai penjaga gawang terbaik di dunia saat itu.

Semua itu berlatar penampilan apik selama berada di Ajax dalam periode emas pertengahan 1990-an. Namun, ia memble di Juventus. Juventus lalu melegonya ke Fulham, dan mengontrak Gianluigi Buffon dari Parma.

Van der Sar membangun kembali kariernya di Manchester United dan berhasil memenangkan Liga Champions bersama Setan Merah.

Marcelo Salas (28,5 juta euro, 2001)

Salas bergabung dengan tujuan sebagai pengganti Pippo Inzaghi yang dijual ke Milan. Pemain Chile itu tengah berada di puncak kekuatannya, tetapi kerap dibekap cedera sejak awal.

Setelah dua musim, dan hanya mencetak empat gol, namanya perlahan tenggelam. Pada 2003, ia hijrah ke River Plate.

Share

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?