Ada yang Bilang N’Golo Kante Mirip 2 Legenda Arsenal Ini, Sepakat?

robin -

N'Golo Kante

IDNGoal.news – N’Golo Kante sedang menjadi pusat perhatian penikmat sepak bola di seluruh dunia saat ini. Sebab, ia baru saja memegang peranan penting dalam keberhasilan Chelsea menjuarai Liga Champions musim ini.

Partisipasi Kante dalam laga final kontra Manchester City di Estadio Do Dragao, Minggu (30/5/2021) sempat diragukan. Pria berkebangsaan Prancis tersebut mengalami cedera dan belum sembuh beberapa hari sebelum pertandingan digelar.

Bahkan, batang hidung Kante tidak terlihat baik dalam starting XI maupun bangku cadangan the Blues ketika menjalani laga pekan terakhir Premier League melawan Aston Villa sepekan sebelumnya. Situasi ini membuat Thomas Tuchel khawatir.

Untungnya Dewi Fortuna masih berpihak kepada Chelsea. Mereka mendapatkan kabar kalau Kante dan Edouard Mendy siap tampil di laga final. Kante kemudian menjadi man of the match dalam kemenangan Chelsea dengan skor tipis 1-0.

Mirip 2 Legenda Arsenal

Kesigapannya dalam membantu lini serang dan pertahanan membuat banyak orang terkagum. Selepas pertandingan usai, sejumlah kalangan mengguyur dirinya dengan pujian setinggi langit. Salah satunya datang dari eks Arsenal, Martin Keown.

Semasa bermain, Keown sempat bekerja sama dengan sosok gelandang kelas dunia seperti Patrick Vieira dan Gilberto Silva. Ia langsung teringat oleh kedua mantan rekannya itu ketika melihat Kante beraksi.

“Saat ini, tidak ada gelandang bertahan yang lebih baik di dunia selain Kante yang serba bisa. Apakah dia yang terbaik? Sulit dikatakna. Anda pasti akan membuat kasus,” tulis Keown dalam kolom khusus di Daily Mail.

“Saya diberkahi kesempatan bermain di belakang Patrick Vieira dan Gilberto Silva. Mereka adalah pemain yang menyediakan proteksi murni dan anda merasa lebih aman dengan mereka di depan. Kante memberikan itu kepada pertahanan Chelsea.”

Salah Satu Pemain Terbaik

Aksi yang dipertontonkan Kante sangat berbeda dengan dulu, tepatnya ketika Chelsea masih ditukangi Maurizio Sarri. Kante sempat mendapatkan respon negatif dari publik karena Sarri memainkan dia di luar posisi aslinya.

“Maurizio Sarri mencoba memainkannya di posisi berbeda, tapi Thomas Tuchel memainkan dia di tempat terbaiknya. Leicester menemukan permata di Kante, tapi Chelsea mendapat untung ketika menghabiskan 32 juta pounds untuk dia di tahun 2016.”

“Sekarang di usia 30 tahun, Kante telah memenangkan medali juara Premier League, Liga Champions, Liga Europa, FA Cup dan Piala Dunia. Dia, sederhananya, adalah salah satu pemain terbaik,” pungkas Keown.

Euro menjadi satu-satunya kompetisi bergengsi yang belum Kante menangkan. Ia berkesempatan untuk menambah koleksi medali juaranya di tahun ini bersama Timnas Prancis.

Share

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?