Angka Ini Membuktikan Betapa Buruknya Lini Serang MU Saat Dikalahkan Newcastle

robin - Liga Inggris

Manchester United

IDNGoal.news – Manchester United kembali menelan hasil buruk di Premier League 2019/20. Tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer ini menyerah 0-1 di kandang Newcaslte, Minggu (6/10/2019) malam WIB. Hasil negatif ini semakin mempersulit situasi MU.

Betapa tidak, kekalahan tersebut berarti MU hanya unggul dua poin dari zona degradasi. Mereka hanya bisa meraih 2 kemenangan dari 8 pertandingan sejauh ini, sisanya 3 hasil imbang dan 3 kekalahan. MU terpuruk di peringkat ke-12 klasemen sementara dengan 9 poin.

Seakan-akan situasinya kurang buruk, MU juga gagal meraih kemenangan dalam 11 laga tandang terakhir di semua kompetisi. Ini merupakan laju terburuk MU dalam tiga dekade terakhir.

Kekalahan dari Newcastle ini juga merupakan tamparan untuk Solskjaer, yang seharusnya membuat dia menyadari kekurangan MU.

Lini Serang Tumpul

Menurut Metro, kekalahan tersebut menggarisbawahi masalah MU. Lini serang mereka tampak kebingungan selama 90 menit. Sebagai striker utama, Marcus Rashford lagi-lagi gagal membuat Solskjaer terkesan.

Daniel James berjuang keras lewat umpan silang demi umpan silang. Namun, tidak ada umpan yang benar-benar disambut. Bek-bek Newcastle bisa menghalaunya dengan mudah.

Kekurangan ini memunculkan satu statistik negatif MU. Tercatat, bek tengah seperti Harry Maguire justru lebih banyak membuat sentuhan (4) di dalam kotak penalti lawan daripada pemain MU yang lain.

Solskjaer mengganti Juan Mata dengan Mason Greenwood dalam usaha menyuntikkan semangat pada lini serang MU, tapi tetap saja tidak ada dampak yang signifikan.

Salah Solskjaer Sendiri?

Ketika seorang bek lebih banyak aktif di dalam kotak penalti lawan, dapat disimpulkan bahwa para penyerang mereka tidak berguna. Solskjaer sedang menghadapi masalah itu di MU.

Saat ini, hanya ada Rashford, Anthony Martial, dan Mason Greenwood yang bisa diandalkan. Solskjaer sudah memutuskan menjual Romelu Lukaku dan meminjamkan Alexis Sanchez.

Keputusan itulah yang mungkin berbalik menyulitkan MU sekarang. Seburuk-buruknya Lukaku, dia tetap salah satu pencetak gol paling mematikan. Kini, MU justru tidak punya striker seperti itu.

Share

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?