AS Roma 3-2 Manchester United: Setan Merah Banyak Pekerjaan Rumah

robin -

Edinson Cavani

IDNGoal.news – Manchester United memastikan diri lolos ke partai puncak Liga Europa 2020/2021. Setan Merah sukses melewati adangan AS Roma di semifinal dengan agregat gol 8-5.

Pada leg pertama, yang dihelat pekan lalu, United sukses meraih kemenangan dengan skor 6-2. Sementara, pada leg kedua, yang dihelat pada Jumat (07/05) dini hari WIB, skuad besutan Ole Gunnar Solskjaer ini kalah dengan skor 2-3.

Tiga gol Roma yang bersarang ke gawang David de Gea pada laga yang dihelat di Stadion Olimpico Roma ini dicetak oleh Edin Dzeko, Bryan Cristante, dan Alex Telles (bunuh diri). Sementara, dua gol balasan Setan Merah diborong oleh Edinson Cavani.

Bagi Setan Merah, kekalahan pada laga leg kedua kontra AS Roma memang tak menghalangi langkah mereka ke partai final. Namun, bagaimanapun, hasil ini menunjukkan bahwa Bruno Fernandes dan kawan-kawan masih memiliki sejumlah hal untuk dibenahi jelang partai final.

Apa saja pekerjaan rumah United dari laga kontra AS Roma? Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

Pertahanan Rapuh

Pada laga ini, United tak menunjukkan reputasi mereka sebagai salah satu tim dengan pertahanan terbaik di Premier League. Kala menghadapi AS Roma, para penggawa United justru tampak bermurah hati memberi kesempatan tuan rumah untuk menciptakan huru-hara di jantung pertahanan mereka.

Dari 22 peluang AS Roma, menurut laman Whoscored, sepuluh di antaranya tercipta di kotak penalti United. Bahkan, skuad besutan Paul Fonseca ini juga sempat menciptakan delapan peluang di kotak 6 yard United.

Laman Infogol mencatat bahwa pada laga ini, nilai expected goals (xG) Roma mencapai 4,47. Ini menunjukkan betapa tak berdayanya lini pertahanan United untuk mencegah AS Roma menciptakan peluang-peluang berkualitas pada laga tersebut.

Bisa Kebobolan Lebih Banyak

Dengan nilai xG sebesar 4,47, AS Roma bisa dikatakan tak beruntung gagal menciptakan gol lebih banyak ke gawang Setan Merah. Jika mereka lebih tajam, bukan tak mungkin mereka bisa berpesta gol ke gawang David de Gea.

Selain peluang-peluang yang dikonversi menjadi gol, ada sejumlah peluang Serigala Roma lainnya yang berpotensi besar menjadi gol. Peluang-peluang tersebut antara lain melalui Henrikh Mkhitaryan, Pedro Rodriguez, dan Lorenzo Pellegrini.

Infogol mencatat, peluang terbesar Roma dimiliki oleh Mkhitaryan pada menit ke-62. Peluang tersebut memiliki nilai xG sebesar 0,61. Namun, peluang ini gagal dikonversi menjadi gol oleh mantan penggawa United tersebut.

Penyelesaian Akhir Lemah

Urusan mencetak peluang, United memang tak sebagus AS Roma. Dalam laga ini, mereka hanya mampu melepas 14 tembakan.

Selain kalah urusan kuantitas peluang, United juga inferior dalam urusan kualitas peluang yang dimiliki. Laman Infogol mencatat bahwa para penggawa United pada laga ini memiliki nilai xG sebesar 2,02.

Sekilas, nyaris tak ada selisih antara nilai xG dengan gol yang dicetak para penggawa Setan Merah. Namun, sejatinya, selain dua peluang yang mereka konversi menjadi gol, ada sejumlah peluang lain dengan nilai xG tinggi, yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk membobol gawang Roma.

Pada menit ke-66 misalnya, United memiliki peluang melalui Mason Greenwood. Menurut Infogol, peluang ini memiliki nilai xG sebesar 0,35. Sebelumnya, pada menit 20, United juga memiliki peluang dengan nilai xG tinggi. Peluang Cavani, yang membentur tiang gawang ini, memiliki nilai xG sebesar 0,38, sama dengan nilai xG gol kedua Cavani pada laga ini.

Share

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?