‘Bulan Madu’ Usai, 7 Faktor yang Membuat Real Madrid Terpuruk Bersama Carlo Ancelotti

robin -

Carlo Ancelotti

IDNGoal.news – Real Madrid sempat tidak terkalahkan dan tampil trengginas pada awal musim. Namun, performa Los Blancos terlihat anjlok belakangan ini.

Real Madrid memulai musim 2021/2022 dengan cara yang meyakinkan. Tim asuhan Carlo Ancelotti mampu meraup enam kemenangan dari tujuh pertandingan di semua kompetisi.

Namun, Los Blancos sudah tidak pernah menang dalam tiga pertandingan terakhir. Setelah menang 6-1 atas Real Mallorca, Madrid ditahan imbang Villarreal, kalah dari Sheriff Tiraspol dan takluk dari Espanyol.

Tanpa kemenangan dalam tiga pertandingan menunjukkan ada yang tidak beres dengan performa Real Madrid selama sepekan terakhir. Rentetan hasil negatif membuat Carlo Ancelotti pantas khawatir.

Berikut ini beberapa faktor yang menyebabkan terpuruknya Real Madrid.

Lini Tengah

Carlo Ancelotti bisa dibilang cukup beruntung menangani Real Madrid. Dia punya banyak pemain berkualitas di lini tengah.

Namun, tidak semua gelandang Real Madrid berada dalam performa terbaiknya musim ini. Casemiro sedang tidak fit, Toni Kroos baru saja pulih dari cedera, dan Luka Modric kesulitan mengontrol permainan timnya.

Namun, Federico Valverde, Eduardo Camavinga dan bahkan Marco Asensio menunjukkan beberapa tanda positif. Mereka mampu bermain bermain ketika diturunkan.

Pertahanan Bocor

Pertahanan Real Madrid pada musim ini menjadi sorotan.Pasalnya, Los Blancos hampir selalu kebobolan dalam setiap pertandingan.

Dari 10 pertandingan di semua kompetisi, El Real hanya tiga kali mencatat clean sheet. Sejauh ini, gawang Thibaut Courtois sudah kebobolan 10 gol.

Carlo Ancelotti sepertinya masih belum bisa mengatasi kepergian Sergio Ramos dan Raphael Varane. Dia terlihat kesulitan membuat lini belakangnya tampil kukuh.

Terlalu Bergantung Pada Benzema

Real Madrid mampu mencetak banyak gol pada awal musim ini. Namun, mereka memiliki masalah akhir-akhir ini melawan Villarreal, Sheriff dan Espanyol.

Los Blancos sepertinya terlalu bergantung pada Karim Benzema dalam hal mencetak gol. Sebagian besar gol Los Blancos pada musim ini memang bersumber dari Benzema.

Benzema sudah mencetak 10 gol dari 10 pertandingan di semua kompetisi. Los Blancos membutuhkan pemain lainnya untuk mencetak gol ketika Benzema sedang macet.

Masalah Cedera

Real Madrid mengalami banyak masalah cedera pada musim lalu. Masalah tersebut ternyata masih terus berlanjut pada musim ini.

Sembilan pemain Real Madrid sedang berada di ruang perawatan kareana cedera. Mereka adalah Ferland Mendy, Marcelo, Dani Carvajal, Dani Ceballos, Isco, Marco Asensio, Gareth Bale dan Mariano Diaz.

Edoardo Camavinga mengalami cedera saat Real Madrid takluk dari Espanyol. Carlo Ancelotti tentu berharap Camavinga tidak mengalami cedera serius.

Hazard Belum Bersinar

Eden Hazard mengalami masa-masa sulit setelah datang ke Real Madrid. Bintang asal Belgia tersebut kerap masuk ruang perawatan karena cedera.

Hazard mendapat kesempatan bermain yang cukup banyak pada awal musim ini. Namun, dia masih belum menjadi starter reguler di Santiago Bernabeu.

Dari delapan pertandingan di semua kompetisi, Hazard masih belum berhasil mencetak gol. Dia baru mengemas satu assist dari penampilannya tersebut.

Perubahan Terus Menerus

Carlo Ancelotti masih terus membuat perubahan pada timnya. Hal itu menyebabkan sedikit kebingungan.

David Alaba sudah bermain di berbagai posisi. Toni Kroos mengambil peran Casemiro, Lucas Vazquez dan Nacho Fernandez bermain sebagai fullback.

Ancelotti juga sempat memainkan Edouardo Camavinga dan Federico Valverde di sayap. Dan perjudian itu sepertinya tidak berhasil.

Kurang Fokus

Real Madrid masih rentan membuat kesalahan sehingga gawang mereka harus kebobolan. Hal itu juga terjadi saat Los Blancos dipermalukan Sheriff.

Dalam pertandingan melawan Sherriff, Real Madrid mendapatkan banyak peluang. Namun, Carlo Ancelotti menilai timnya melupakan detail kecil.

“Kami kalah karena detail kecil, meskipun tim bermain bagus. Kami bisa lebih baik dalam hal sepertiga akhir, tetapi sulit untuk dijelaskan,” kata Ancelotti.

Share

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?