Cara Fans Arab Saudi dan Mesir Awayday ke Piala Dunia 2022: Menginap di Tenda Gurun!

admin - Piala Dunia

Ilustrasi Piala Dunia 2022

IDNGoal.news – Fans Timnas Arab Saudi dan Mesir bakal menjalani awayday yang unik di Piala Dunia 2022. Sebab, mereka akan datang ke Qatar dengan menaiki bus dan menginap di tenda gurun.

Qatar menguji coba Stadion Ikonik Lusail yang akan menjadi venue final, lewat pertandingan klub Arab Saudi, Al Hilal versus wakil Mesir, Zamalek, dalam laga bertajuk Lusail Super Cup, Jumat (9/9/2022).

Lusail adalah stadion terakhir yang diresmikan secara resmi untuk Piala Dunia 2022. Hassan Al-Thawadi, kepala panitia penyelenggara Piala Dunia 2022 Qatar, menyebut momen uji coba stadion ini sangat emosional.

“Ini adalah puncak dari perjalanan 13 tahun,” katanya.

Stadion Ikonik Lusail berbentuk mangkuk tradisional Arab, berada di jantung kota baru yang sedang dibangun di utara ibu kota Qatar.

Awayday Fans Arab Saudi dan Mesir

Ratusan penggemar Saudi dan Mesir melintasi perbatasan Abu Samra dengan bus, setelah meninggalkan mobil mereka di sisi perbatasan Saudi.

Semua harus mengajukan ID penggemar khusus, kartu Hayya, yang harus dimiliki semua pendukung untuk memasuki Qatar selama Piala Dunia.

Piala Dunia 2022 akan menjadi tantangan bagi Qatar, dari segi sistem keamanan, imigrasi perbatasan, transportasi, dan akomodasi. Maklum saja, akan ada 1 juta lebih penggemar sepak bola yang akan berada di negara itu.

Untuk mengurangi kepadatan dari bandara internasional utama, Qatar membuka kembali bandara lama yang biasanya digunakan oleh pejabat dan tamu VIP.

Penginapan Tenda

Sistem penginapan tenda di Abu Samra juga digunakan untuk pertama kalinya. Pihak berwenang Qatar mengharapkan ribuan warga Saudi untuk mendukung tim nasional mereka selama turnamen.

“Kami masuk hanya dengan paspor dan kartu Hayya,” kata Muhammad Mujahid, warga Mesir yang tinggal di Arab Saudi.

“Itu sederhana dan terorganisasi dengan baik,” lanjutnya.

“Kami berharap ini adalah awal yang menjanjikan untuk Piala Dunia yang baik bagi seluruh dunia Arab,” kata pendukung Zamalek lainnya, Ahmed Mohi El-Din Othman.

Share

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?