Chelsea atau Manchester City? Ini Jagoan Pahlawan inter Milan di Final Liga Champions 2010

robin -

Wesley Sneijder

IDNGoal.news – Partai puncak Liga Champions musim 2020/21 bakal digelar pada Minggu (30/5/2021) dinihari nanti. Dua raksasa Inggris, Manchester City dan Chelsea, akan saling berebut satu trofi untuk mengukuhkan diri sebagai juara di benua Eropa.

Jalan yang dilalui kedua tim agar bisa mencapai babak final cukup terjal. Chelsea harus bersusah payah mengalahkan Real Madrid di semifinal, sedangkan Manchester City harus berjibaku dengan PSG yang merupakan finalis musim lalu.

Pada akhirnya, takdir mempertemukan mereka di Estadio Do Dragao. Beda dengan fase-fase sebelumnya, partai final hanya diselenggarakan sekali sehingga faktor keberuntungan serta pengalaman bakal berbicara, selain kemampuan tentunya.

Chelsea datang dengan modal apik. Mereka telah bertemu dengan Manchester City sebanyak dua kali sejak Thomas Tuchel datang, masing-masing di ajang Premier League dan FA Cup. The Blues bisa menyapu bersih dua laga itu dengan kemenangan.

Siapa Jagoan Wesley Sneijder?

Kalau berkaca pada kedua pertandingan tersebut, tidak heran kalau sebagian besar publik mengunggulkan Chelsea sebagai pemenang. Namun Manchester City asuhan Josep Guardiola bukanlah klub yang pantas dipandang sebelah mata.

Pertandingan kali ini menarik perhatian banyak penikmat dan mantan pelaku sepak bola. Wesley Sneijder, yang mengangkat trofi Liga Champions bersama Inter Milan tahun 2010 lalu, juga turut menyumbangkan pendapat.

Pria berkebangsaan Belanda tersebut meyakini kalau Chelsea bakal meraih kemenangan ketiganya atas City dan menjuarai Liga Champions. “Ya, keduanya adalah klub terbaik. Buat saya, Chelsea yang menang,” katanya kepada MailOnline.

“Mereka adalah tim yang kuat dengan [Thomas] Tuchel dan memiliki platih hebat: mereka telah mengalahkan Manchester City dan buat saya, mereka adalah unggulan,” lanjutnya.

Sering Menyaksikan Permainan Chelsea

Sneijder memutuskan gantung sepatu pada tahun 2019. Semasa bermain dulu, ia pernah memperkuat banyak klub besar Eropa. Namun Chelsea bukan salah satunya.

Kendati demikian, Sneijder tetap mengikuti perkembangan klub yang dijuluki the Blues tersebut. sehingga dia cukup mengenali bagaimana karakter dan gaya bermain Chelsea.

“Saya sudah melihat Chelsea bermain berkali-kali dan punya rasa bangga serta kekuatan. Saya senang bahwa kedua tim itu berada di puncak Eropa sekarang,” pungkasnya.

Ini adalah kesempatan besar buat Chelsea untuk menambah koleksi gelar dari ajang Liga Champions. Tahun 2012 menjadi kali terakhir mereka berhasil memenangkan kompetisi sepak bola paling bergengsi di tanah Eropa tersebut.

Share

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?