Dua Dosa Ole Gunnar Solksjaer Kepada Anthony Martial

admin - Liga Inggris

Ole Gunnar Solskjaer di laga Manchester United vs Liverpool, Minggu (24/10/2021)

IDNGoal.news – Anthony Martial baru-baru ini membeberkan dosa yang dibuat Ole Gunnar Solksjaer terhadap dirinya. Pemain berusia 26 tahun itu sampai merasa tidak diperlakukan dengan adil.

Martial memang mengalami periode pasang surut selama Ole melatih Manchester United. Musim 2019/2020 menjadi puncak kejayaannya saat pemain asal Prancis ini mencetak 23 gol dan 12 assist dari 48 pertandingan di seluruh ajang.

Saat diharapkan bisa tampil moncer lagi di musim selanjutnya, Martial justru melempem. Ia hanya mencetak tujuh gol dan sepuluh assist dari 36 pertandingan pada musim 2020/2021.

Tak ayal, dia mendapatkan kritikan yang cukup deras dari para penggemar Man United kala itu. Baginya hal ini tidak adil karena Ole melakukan dua dosa terhadap dirinya.

Dosa Pertama: Dipaksa Bermain

Martial membeberkan kondisinya di musim 2020/2021 itu nyaris tidak pernah fit selama dimainkan. Namun, ia terus dipaksa bermain dan ia tidak punya pilihan lain.

“Orang-orang tidak tahu masalah yang saya hadapi. Saya tidak fit untuk bisa melakukan akselerasi selama empat bulan saat kompetisi berjalan di pandemi,” ungkapnya kepada France Football.

“Tapi pelatih membutuhkan saya, jadi saya tetap harus bermain. Masalahnya dengan gaya main saya yang harus bisa melakukan akselerasi, situasinya akan sangat rumit.”

Dosa Kedua: Tidak Terbuka

Martial menegaskan bahwa dirinya tidak pernah masalah jika harus dikritik ataupun disalahkan. Namun hal yang ia benci adalah keputusan Ole yang tidak pernah terbuka soal kondisi yang dialaminya.

“Lalu saya secara serampangan dikritik oleh fans. Pelatih tidak pernah buka suara soal ini kepada media,” keluhnya.

“Saya menerima semua perlakuan itu semua dengan buruk. Saya merasa tidak diperlukan tidak adil.”

Seperti Pengkhianatan

Martial bahkan mengkategorikan apa yang dilakukan Ole kepada dirinya seperti sebuah pengkhianatan. Ia telah melakukan banyak untuk tim, tetapi tidak ada sedikit pun upaya apresiasi terhadap dirinya.

“Saya diminta untuk mengorbankan diri sendiri untuk tim, tetapi di belakang layar, saya diabaikan. Bagi saya, ini seperti sebuah pengkhianatan. Itu yang saya benci,” papar dia.

Kini, Martial berusaha bangkit bersama pelatih baru Erik Ten Hag. Meskipun saat ini ia belum bisa dimainkan karena masih harus memulihkan diri dari cedera.

Share

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?