Fabinho Jadi Bek, Klopp: Dia Punya Otak Defensif

reza - Liga Inggris

Fabinho

IDNGoal.news – Ada pemandangan berbeda pada skuat Liverpool ketika mengalahkan Brighton 1-0 pada laga pekan ke-22 Premier League 2018/19, Sabtu (12/1) malam WB. Gelandang anyar Liverpool, Fabinho bermain di posisi bek tengah.

Hal ini terpaksa dilakukan Liverpool karena banyaknya bek mereka yang diserang cedera. Joe Gomez, Joel Matip, dan Dejan Lovren diserang cedera dan masih berusaha memulihkan diri. Hanya Virgil van Dijk yang mampu bermain.

Alhasil, untuk mengatasi masalah itu, Jurgen Klopp memainkan Fabinho di posisi bek tengah. Mantan pemain AS Monaco tersebut menjawab kepercayaan Klopp dengan tampil cukup baik. Klopp mengaku puas dengan performa Fabinho.

Klopp juga mengaku gembira memiliki pemain seperti Fabinho yang fleksibel untuk tampil di beberapa posisi.

Liverpool memang mengontrol pertandingan tersebut, Brighton tak banyak menciptakan peluang – yang berarti Fabinho tak perlu bekerja keras. Meski demikian, Klopp mengakui Fabinho sudah tampil cukup baik untuk mengatasi bola-bola panjang lawan.

“Fabinho adalah pemain brilian. Saya senang dia bisa bermain hari ini. Bukan berarti Brighton banyak menyerang – kami mendominasi penguasaan bola jadi masuk akal untuk memainkan pesepak bola hebat di posisi itu,” kata Klopp di laman resmi liverpoolfc.

“Brighton mencoba mengirimkan bola-bola panjang pada Glenn Murray, yang berhasil mereka lakukan. Namun, dia [Fabinho] tampil baik di situasi seperti itu dan ketika menguasai bola.”

“Dia memiliki otak defensif dan bisa melakukannya di beberapa posisi berbeda,” sambung Klopp.

Lebih lanjut, Klopp juga memuji konsentrasi dan fokus pemainnya di pertandingan tersebut. Dia menilai skuat Liverpool sudah tampil sangat baik di pertandingan ini dan memahami kekuatan Brighton dengan baik. Dia puas dengan level konsentrasi skuatnya.

“Anda sudah melihat pertandingan itu dan jelas ini merupakan tantangan besar bagi semua pemain untuk tetap tenang dan tetap menjaga konsentrasi karena setiap situasi kecil bisa berubah jadi serangan balik yang berbahaya.”

“Level konsentrasi seperti ini sulit untuk dijaga dan para pemain berhasil melakukan itu. Di babak pertama, kami menciptakan empat atau lima peluang, yang biasanya sudah cukup, jika anda berhasil mencetak gol,” tutup Klopp.

Pula, Klopp mengakui bahwa Brighton telah bertahan dengan baik dan membuat timnya gagal menambah skor.

Share

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?