Frustrasinya Scholes Lihat Kondisi Manchester United: Berantakan! Beracun!

robin - Uncategorized

Paul Scholes

IDNGoal.news – Legenda Manchester United Paul Scholes tampaknya frustrasi melihat kondisi mantan klubnya sekarang ini sampai-sampai ia pun tega menyebut mereka sebagai klub yang berantakan dan beracun.

Manchester United sekarang sedang menjalani fase awal era baru bersama Ralf Rangnick. Pelatih asal Jerman itu diharap bisa membantu memperbaiki MU yang tak jelas arahnya bersama Ole Gunnar Solskjaer.

MU tampaknya begitu menjanjikan bersama Rangnick. Namun ternyata sejauh ini mereka masih belum bisa tampil lebih baik.

MU masih tampil labil. Fans Setan Merah dibikin frustrasi melihat penampilan Harry Maguire dkk.

Scholes Juga Frustrasi

Legenda Manchester United, Paul Scholes, juga merasa frustrasi. Saking frustrasinya, Scholes pun sampai berani menyebut Man United sekarang berada dalam kondisi yang kacau dan tak tak punya atmosfer yang bagus.

“Klub merasa berantakan, dari segi pemain, staf, dan manajer,” kritiknya pada channel Youtube Webby and O’Neill.

“Siapa yang mau gabung ke klub ini? Rasanya benar-benar kacau. Rasanya beracun,” kritiknya lagi.

Pertanyakan Kualitas Skuat MU

Paul Scholes kemudian melontarkan kritikan pada para pemain Manchester United, tanpa kecuali. Ia mulai meragukan kualitas para pemain bintang, termasuk Cristiano Ronaldo, hingga Raphael Varane.

“Itu harus sampai pada titik di mana Anda berpikir, ‘Apakah para pemain ini cukup bagus?’ Kami tahu [Cristiano] Ronaldo, [Paul] Pogba, [Raphael] Varane, [Nemanja] Matic memiliki pengalaman hebat dan memenangkan trofi, tetapi anggota skuad lainnya belum membuktikan diri mereka cukup baik untuk memenangkan apa pun,” ketusnya.

“Beberapa pemain ini memiliki banyak waktu bermain sekarang. Marcus Rashford, ia memiliki banyak pertandingan, apakah kita akan melihat para pemain ini mencapai potensi mereka?”

“Apakah mereka akan cukup baik untuk memenangkan trofi? [Harry] Maguire, apakah ia cukup bagus? [Victor] Lindelof, apakah ia cukup bagus? Kami terus mengatakan betapa bagusnya mereka tetapi mereka gagal menghasilkan apa yang dibutuhkan di lapangan,” ketus Scholes.

Share

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?