Giroud, Striker Juara Dunia Tak Butuh Tembakan ke Gawang

reza -

Olivier Giroud

IDNGoal.news – Penyerang tengah timnas Prancis Olivier Giroud tak pernah mencetak gol dan bahkan tembakan ke arah gawang sepanjang keikutsertaannya di Piala Dunia 2018.

Namun, itu cukup untuk membawa Les Blues menjadi juara dunia mengalahkan Kroasia di final, di Stadion Luzhniki, Moskow, Rusia, Minggu (15/7).

Dikutip dari Opta, sepanjang 546 menit permainannya di tujuh laga yang diikutinya Giroud (31) tak mencetak satupun gol dan shot on target.


Menurut Whoscored, pemain Chelsea itu bukannya tanpa percobaan mencetak gol sama sekali. Secara keseluruhan, ia melakukan 13 upaya tembakan meski tak ada yang menemui sasaran.

Saat melawan Peru dan Denmark di fase grup, ia masing-masing mencetak dua dan tiga tembakan.

Pada laga melawan Argentina dan Uruguay di fase gugur, Giroud masing-masing mencetak satu tendangan. Yang terbanyak adalah saat melawan Belgia di semifinal dengan enam percobaan.

Dua penyerang timnas Prancis, Giroud dan Antoine Griezmann.

Di partai final, Giroud sama sekali tak melakukan percobaan tembakan ke gawang Danijel Subasic.

Giroud mulai dilirik pelatih timnas Prancis Didier Deschamps sebagai starter di laga kedua fase grup. Di laga perdana melawan Australia, trio pemain cepat Prancis, Griezmann, Mbappe, dan Dembele, tampak kesulitan mengkreasikan peluang dan membuka ruang.

Pelatih timnas Prancis Didier Deschamps diangkat oleh para pemainnya usai mengalahkan Kroasia di final.

Mantan pemain Arsenal ini kemudian hadir dengan kerja keras dan permainannya yang tak egois.

“Ia penting bagi gaya bermain kami dan kami butuh dukungannya. Memang bagus jika ia mencetak gol, tapi Olivier adalah pemain yang murah hati dan tidak keberatan jika disuruh bekerja keras. Tim tetap membutuhkannya meskipun ia tidak mencetak gol,” tutur Deschamps.

Pilihannya terbukti jitu. Sepanjang tujuh laga, Giroud sudah melepaskan 7 umpan kunci atau yang berbuah peluang. Salah satunya adalah saat memberi assist kepada Mbappe untuk mengoyak gawang Argentina.

Ketika itu, ia yang berada di tengah menerima operan dari belakang dalam situasi serangan balik. Pergerakannya menarik Marcus Rojo yang ada di kiri ke tengah.

Dalam situasi itulah ia melepaskan umpan terobosan akurat kepada Mbappe yang berlari di sisi kiri Argentina. Tanpa ampun, bola disepak mendatar ke pojok kanan gawang Tim Tango.

Selain itu, ia kerap kali memanfaatkan tubuh setinggi 193 cm untuk memenangkan duel-duel udara dan mengumpankannya kepada pemain lain.

Selain mengumpan, ia juga sangat berfungsi dalam bertahan. Selama Piala Dunia 2018, Giroud sudah melakukan 9 tekel, satu intercept atau memotong bola untuk menyetop serangan lawan, dan 10 kali membuang bola atau clearence.

Contohnya adalah saat ikut bertahan kala menahan gempuran Belgia. Ia lebih berperan bak jangkar dengan menekan gelandang bertahan The Reds Devils, Axel Witsel, agar tak leluasa mengalirkan bola.

Nah, dengan fakta-fakta itu Giroud tak perlu membuktikan lebih jauh soal kegunaannya bagi Prancis. Keberadaannya membuka ruang bagi Mbappe dan Griezman mengacak-acak pertahanan lawan, hingga pada akhirnya bersama-sama mengangkat trofi emas Piala Dunia.

 

Share

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?