Kenalkan Trio Lini Serang Chelsea: Mason Mount, Romelu Lukaku, dan Kai Havertz

robin -

Kai Havertz

IDNGoal.news – Manajer Chelsea, Thomas Tuchel, mungkin sudah mendapat komposisi yang tepat di lini depan. Tuchel kini memiliki trio yang cukup menjanjikan yakni Mason Mount, Romelu Lukaku, dan Kai Havertz.

Lukaku telah memainkan debut keduanya bersama Chelsea dengan sempurna. Pada laga pekan ke-2 Premier League 2021/2022 melawan Arsenal, Lukaku mencetak gol dan membawa Chelsea menang dengan skor 2-0.

Satu gol Chelsea lainnya pada duel di Stadion Emirates, Minggu (22/8/2021) malam WIB, dicetak Reece James. Kini, Chelsea berada di puncak klasemen Premier League dengan enam poin, mencetak lima gol, tanpa kebobolan.

Trio Baru Chelsea

Tuchel menurunkan komposisi baru di lini depan pada duel lawan Arsenal. Lukaku langsung dimainkan sejak menit awal. Timo Werner pun harus rela duduk di bangku cadangan. Lukaku bermain penuh dan mendapat banyak pujian.

Sedikit di belakang Lukaku, ada Mount dan Havertz. Keduanya juga bermain sangat bagus. Mereka punya koneksi dengan Lukaku. Walau baru sekali bermain bersama, Tuchel melihat trio ini sudah punya koneksi.

“Lukaku terlibat dan itu bagus untuk dilihat. Dia adalah orang yang sangat terbuka, cerdas, dan ramah. Jadi mudah baginya untuk terhubung dengan semua orang,” buka Tuchel.

“Mereka suka bermain satu sama lainnya dan ini penting karena dia memberi kami lebih banyak peluang. Pada saat yang sama, kami harus mengerjakan detail karena ini adalah hari pertama. Banyak hal yang akan datang,” katanya.

Memberi Banyak Opsi

Lukaku memang dimainkan sebagai target man oleh Tuchel. Namun, Lukaku bukan tipe pemain yang statis dan berdiam diri di dekat kotak penalti. Lukaku rajin turun mencari bola. Lukaku juga sangat cepat pada situasi serangan balik.

“Saya pikir profilnya memberi kami sesuatu yang tidak banyak kami miliki. Dia memiliki kedalaman pada permainannya dan kami dapat mengatasi tekanan dengan bola-bola panjang,” kata Tuchel.

“Jika kami dekat dengan kotak, kami juga dapat memainkannya ketika ada pemain bertahan di dalamnya karena dia adalah pemain yang sangat mengandalkan fisik. Tapi kami tidak kehilangan ancaman kami pada serangan balik karena dia suka berlari ke ruang terbuka,” terang Tuchel.

Share

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?