Kepada Arsenal, Jangan Terlalu Mengandalkan Pemain Muda Terus Dong!

robin -

Mikel Arteta

IDNGoal.news – Kepercayaan Arsenal terhadap pemain muda membuat Bacary Sagna khawatir. Pasalnya, mereka sangat rentan ‘diterkam’ kritikus dan publik ketika tampil buruk terutama pada laga penting seperti melawan Liverpool.

Pekan internasional telah berakhir, dan Arsenal akan kembali beraksi. Liverpool akan menjadi lawan mereka dalam partai lanjutan Premier League hari Minggu (21/11/2021) mendatang di Anfield.

Arsenal punya modal kepercayaan diri tinggi untuk melawan Liverpool. Setelah menelan hasil buruk di tiga pertandingan awal, mereka kini telah meraih delapan kemenangan dari 10 laga terakhirnya di semua kompetisi.

Dan tidak bisa dimungkiri kalau pemain muda menjadi pilar penting di balik kecemerlangan Arsenal. Emile Smith Rowe, Bukayo Saka hingga pemain baru seperti Albert Sambi Lokonga sangat sulit untuk ditinggalkan di bangku cadangan.

Membahayakan Kesehatan Mental Pemain

Kepercayaan Arsenal terhadap pemain muda memang sudah menjadi tradisi. Ada banyak sosok hebat yang wajib berterima kasih kepada the Gunners karena sudah memberi kesempatan buat mereka unjuk gigi di partai besar pada usia belia.

Bacary Sagna pun adalah sosok yang bisa merasakan manfaat bermain di Arsenal sebagai penggawa muda. Tetapi ia merasa khawatir karena sejumlah pilar penting the Gunners saat ini berusia lebih muda darinya ketika pertama kali bergabung.

“Anda tidak bisa mengandalkan anak-anak muda. Mereka masih 19, 20 tahun dan orang-orang menaruk beban yang sangat besar kepada mereka, bersamaan dengan kritik di media sosial,” ujar Sagna kepada Metro.co.uk.

“Semua tekanan ini bisa memberikan impak buruk terhadap kesehatan mental mereka. Saya senang situasi sudah banyak berubah dan perubahannya seperti waktu saya melewatinya,” lanjutnya.

Beda dengan Dirinya Dulu

Sagna mengenang kembali masa-masa ketika dirinya masih memperkuat Arsenal. Ia tahu persis beban besar yang ada di pundaknya saat itu, dan tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan pemain yang lebih muda diberikan beban serupa.

“Ketika saya bermain buruk, saya ingin sembunyi dan berdiam diri di atas tempat tidur, padahal usia saya lebih tua,” kata pria yang juga pernah memperkuat Manchester City tersebut.

“Jadi, coba bayangkan bagaimana anak-anak itu saat harus menghadapinya. Saya tidak begitu yakin bisa mengatasi hal semacam itu dengan baik,” pungkasnya.

Share

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?