Liverpool Belum Tamat, tapi Tanda-Tanda Mengkhawatirkan Mulai Terlihat

admin - Liga Inggris

Ekspresi sedih Roberto Firmino dkk di laga Arsenal vs Liverpool di Emirates Stadium, Minggu (09/10/2022) malam WIB.

IDNGoal.news – Liverpool masih terseok-seok di awal musim Premier League 2022/23. The Reds tertahan di papan tengah klasemen sementara, peluang juara tampak begitu tipis.

Minggu (9/10/2022), Liverpool keok di markas Arsenal dengan skor 2-3. Pertandingan berjalan sulit bagi pasukan Jurgen Klopp. Mereka sempat melawan, tapi akhirnya harus mengaku kalah.

Hasil tersebut memperjelas kesulitan Liverpool sejak awal musim ini. Mereka baru dua kali menang di liga, empat kali imbang, dan sudah menelan dua kekalahan.

Mulai muncul suara-suara negatif bahwa Liverpool sudah tamat dan waktunya Jurgen Klopp dipecat. Namun, di saat yang sama situasinya tidak terlalu genting.

Punya reputasi

Situasi Liverpool cukup sulit dan jika kasus yang sama terjadi kepada tim lain atau pelatih lain, kemungkinan besar si pelatih sudah dipecat. Bakal ada perubahan besar, seperti kasus Thomas Tuchel di Chelsea.

Menariknya, Klopp masih mendapatkan dukungan di tengah keterpurukan ini. Menurut Gary Neville, privilese tersebut didapatkan Klopp karena perkembangan pesat Liverpool beberapa tahun terakhir.

“Mereka masih punya repurasi, tim Liverpool yang sekarang dan sang manajer,” kata Neville kepada Sky Sports.

“Pasalnya, manajer mereka telah bekerja luar biasa dalam enam atau tujuh tahun terakhir, padahal dengan bujet yang tidak begitu besar jika dibandingkan dengan tim-tim kuat lainnya.”

Belum tamat, tapi …

Intinya, rapor apik Klopp beberapa tahun terakhir membuatnya masih selamat dan dipercaya musim ini. Namun, Neville yakin situasi tersebut tidak akan bertahan terus, Liverpool harus menunjukkan perkembangan.

“Jadi, mereka masih punya reputasi cukup supaya kita tidak langsung mengkritik liar dan berkata bahwa Liverpool sudah tamat. Kasusnya tidak demikian, tapi mulai muncul tanda-tanda mengkhawatirkan,” imbuh Neville.

“Masalahnya adalah energi dan hasrat mereka di pertandingan dalam beberapa tahun terakhir, khususnya dalam tugas bertahan dan menekan lawan. Mereka tampak terlambat bergerak,” tandasnya.

Share

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?