Liverpool Juara Premier League, Klopp: Guardiola Masih Pelatih Terbaik di Dunia

robin -

Pep Guardiola

IDNGoal.news – Liverpool memang berhasil mengalahkan Manchester City dalam perebutan gelar Premier League musim ini. Meskipun begitu, Jurgen Klopp masih tetap menganggap Josep Guardiola sebagai pelatih terbaik di dunia.

Manchester City menelan kekalahan 1-2 saat berkunjung ke markas Chelsea Jumat (26/6/2020) dini hari WIB. Kekalahan itu membuat Liverpool dipastikan menjadi juara Premier League musim ini.

City sekarang berada di posisi ke-2 klasemen Premier League dengan koleksi 63 poin. Mereka sudah tak mampu lagi mengejar Liverpool yang memiliki 86 poin.

Bagi Liverpool, ini adalah gelar Premier League pertama mereka. Klub yang bermarkas di Anfield itu menyudahi puasa gelar liga selama 30 tahun.

Pelatih Terbaik

Meski berhasil meraih kesuksesan bersama Liverpool dalam beberapa tahun terakhir, Klopp tak mau menyebut dirinya sebagai pelatih terbaik di dunia saat ini. Menurutnya, Guardiola yang lebih pantas menyandang predikat tersebut.

“Saya tidak bisa melakukan apa pun dengan gelar ‘pelatih terbaik di dunia’,” kata Klopp kepada Bild.

“Saya tahu bahwa bersama dengan seluruh tim pelatih, kami adalah pelatih yang sangat bagus, tetapi saya pikir Pep Guardiola adalah pelatih terbaik di dunia.”

Kesinambungan Adalah Kunci

Sebelum meraih juara bersama Liverpool, Klopp sering menelan kekalahan di final. Namun, Klopp percaya kesinambungan adalah kunci untuk meraih kesuksesan.

“Saya tidak melakukan hal yang jauh berbeda dari sebelum kekalahan di final pada tahun-tahun sebelumnya,” tambah Klopp.

“Kami membuat banyak keputusan yang tepat bersama. Jika saya memiliki bakat, mungkin saya bisa menyatukan orang-orang yang sangat baik. Misalnya, staf pelatih saya luar biasa, tetapi tidak ada resep tunggal.

“Penting juga bahwa kami terus berkembang. Masalah di Dortmund adalah tim kami berantakan. Itu tidak terjadi di sini dan sekarang tim telah sangat konstan selama dua setengah tahun.

“Kami memainkan setiap pertandingan seolah-olah itu yang terakhir karena kami tidak memiliki hal lain untuk dilakukan pada akhir pekan.”

Share

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?