Madrid Harap-harap Cemas Tunggu Kabar Mbappe di PSG

robin -

Kylian Mbappe

IDNGoal.news – Raksasa La Liga Real Madrid disebut sedang harap-harap cemas menunggu kabar nasib Kylian Mbappe di PSG.

Mbappe sudah lama dikaitkan dengan Madrid. Pemain Prancis itu sendiri sudah beberapa kali memberikan isyarat ia siap cabut ke Spanyol.

Mbappe pun diyakini akan cabut dari PSG. Pasalnya, ia tak kunjung meneken kontrak baru di Parc Des Princes.

Padahal kontraknya tersisa satu tahun lagi. Sementara itu rekan duetnya yakni Neymar sudah bersedia membubuhkan tanda tangannya sebagai tanda komitmennya kepada PSG.

PSG Pede Pertahankan Mbappe dan Rekrut Messi

PSG sekarang sedang berusaha untuk mendatangkan Lionel Messi. Ia memang bisa direkrut secara gratis.

Namun ada anggapan bahwa PSG tak akan bisa merekrut Messi karena aturan Financial Fair Play. Meski demikian Les Parisiens justru diklaim merasa pede akan bisa memboyong La Pulga ke Parc Des Princes.

Kabar itu dilansir oleh Goal. Laporan itu mengklaim PSG merasa optimis karena yakin UEFA akan bersikap fleksibel mengingat kondisi yang ada sekarang ini terkait pandemi COVID-19.

PSG juga merasa optimis karena mendapat dukungan pemerintah. Pemerintahan Prancis merasa perekrutan Messi akan menguatkan sepak bola dan negara mereka secara keseluruhan.

Nah, selain Messi, PSG juga merasa pede mereka akan bisa mempertahankan Kylian Mbappe. Kabarnya Les Parisiens akan segera menggelar pertemuan dengan agen Mbappe.

Pertemuan itu akan digelar dalam waktu dekat. Tepatnya usai PSG meresmikan perekrutan Messi.

Madrid Harap-harap Cemas Tunggu Kabar Mbappe

Laporan itu juga menyebut Real Madrid kini sedang merasa harap-harap cemas. Mereka ingin mengetahui hasil pertemuan antara Kylian Mbappe dengan PSG.

Madrid disebut berharap Mbappe tetap bersedia cabut dari PSG. Mereka juga dilaporkan sebenarnya ingin memboyong pemain lincah itu pada musim panas ini.

Akan tetapi Real Madrid juga diklaim siap menunggu Kylian Mbappe sampai tahun depan. Pasalnya sekarang ini mereka sedang dalam proses untuk mengurangi jumlah pemainnya demi meringankan beban gaji klub.

Share

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?