Maldini, Ronaldinho, Zidane, dan Bintang-bintang yang Gagal Direkrut MU

robin -

Ronaldinho

IDNGoal.news – Manchester United (MU) di era kepelatihan Sir Alex Ferguson adalah klub dengan nama besar yang mampu menarik pemain-pemain top dunia. Namun, dari semua pemain yang dinginkan MU, ada beberapa bintang yang gagal mereka dapatkan.

Termasuk di antaranya adalah Paolo Maldini, Ronaldinho, dan Zinedine Zidane. Selain itu, ada pula nama Petr Cech dan Arjen Robben.

Siapa saja yang lainnya? Berikut ulasan singkatnya.

Kiper – Petr Cech

 

Sebelum menjadi legenda di Chelsea, Petr Cech seharusnya bisa menjadi pemain Manchester United. Pada usia 19 tahun, kiper Republik Ceko itu sedang berkiprah di Rennes dan Ferguson datang untuk melihat penampilannya.

Namun, Cech gagal pindah ke MU karena saat itu masih terlalu muda.

“Saya pergi melihat Petr Cech saat ia masih di Rennes. Ia berusia 19 tahun saat itu dan saya bilang pada diri sendiri dia terlalu muda,” kata Ferguson pada 2011.

Bek – Philipp Lahm

 

Mantan asisten pelatih Bayern Munchen, Hermann Gerland, mengungkap bagaimana Ferguson berusaha memboyong Lahm ke Old Trafford pada awal kariernya.

Pemain berkebangsaan Jerman itu punya kemampuan komplet karena bisa bermain pada posisi full-back maupun gelandang tengah.

Gerland melatih Lahm di Bayern B dan mengaturnya untuk dipinjamkan ke Stuttgart.

“Tak mudah mengatur itu, tapi di Stuttgart, Phillip bisa bermain di Liga Champions. Setelah 3 bulan dia menjadi pemain terbaik di lapangan saat bermain melawan Manchester United,” kata Gerland.

“Sir Alex Ferguson menginginkannya, dan saya pikir itu sudah bisa menunjukkan kualitasnya,” imbuh Gerland.

Bek – Vincent Kompany

 

Vincent Kompany adalah rekrutan terakhir Manchester City sebelum kepemilikan klub diambil alih pengusaha kaya dari Arab Saudi. Kompany menjelma menjadi satu di antara pemain terpenting dalam sejarah City.

Menengok kembali pada 2004, pemain yang ketika itu membela Anderlecht menjadi satu di antara target transfer Ferguson. Saat itu, Kompany masih berusia 18 tahun.

Namun, kepindahan itu tak pernah terjadi. Dia malah gabung Hamburg pada 2006, kemudian 2 tahun berselang pindah ke Manchester City.

Bek – Paolo Maldini

 

Sir Alex Ferguson pernah berusaha memboyong Paolo Maldini dari AC Milan, tapi berujung buntu. Ayah Maldini, Cesare, mengatakan tak ada peluang bagi bos MU itu merekrut putranya.

“Ya, saya sudah mencoba, tapi ketika saya bertemu ayahnya, dia berpendirian kuat. Saya hanya mendapatkan gelengan kepala. Itulah yang saya dapatkan,” kata Ferguson.

“Dia bilang ‘kakek saya adalah pemain AC Milan, ayah saya juga Milan, saya di Milan, dan anak saya di Milan. Jadi lupakanlah’,” imbuh Ferguson.

Bek – Bixente Lizarazu

Bixente Lizarazu diakui sebagai salah satu bek kiri terbaik di eranya. Namun, Bayern Munchen selalu bilang tidak untuk klub-klub yang mendekati sang pemain.

“Saya punya peluang, sekitar tahun 2001 atau 2002, untuk pindah ke Manchester United, tapi dengan cepat dihentikan Bayern Munchen,” kata Lizarazu kepada FourFourTwo.

“Alex Ferguson ingin merekrut saya dan United telah berbicara dengan Bayern. Tapi, Bayern bilang tak akan membiarkan saya pergi, jadi saya tetap tinggal. Saya sangat bahagia di Munich, tapi Manchester United telah mencoba,” imbuh dia.

Gelandang – Paul Gascoine

 

Pada 1987, setahun setelah Ferguson menjadi manajer, Manchester United bermain melawan tim yang terancam degragasi, Newcastle United.

Lini tengah Manchester United dihuni Norman Whiteside, Bryan Robson, dan Remi Moses. Semuanya pemain hebat.

“Namun, ia membantai mereka.” Ferguson membicarakan tentang rising star Newcastle yang baru berusia 20 tahun, Paul Gascoigne.

Klub-klub Inggris telah menyadari kehadiran talenta istimewa tersebut dan Ferguson menyadari harus mendapatkannya. Namun, ia gagal mewujudkannya.

“Chairman Martin Edwards menelepon saya dan memberi tahu bahwa Tottenham mendapatkannya dengan membelikan rumah untuk ayah dan ibunya,” kata Ferguson tentang kegagalan pembelian Paul Gasciogne.

Gelandang – Zinedine Zidane

Andai Ferguson tidak memikirkan Eric Cantona, mungkin Manchester United sudah memboyong Zinedine Zidane ke Old Trafford. Namun, di autobiografinya mantan chairman MU, Martin Edwards, mengatakan Ferguson tahu Setan Merah telah memiliki pemain temperamental di skuadnya.

“Ketika Zidane di Bordeaux, kepala tim pencari bakat Les Kershaw, bilang kepada saya bahwa kami tertarik kepadanya dan saya mengatakan itu kepada Alex Ferguson,” kata Edwards.

“Alex bilang Eric Cantona juga menyebut soal Zidane kepadanya, tapi Alex merasa Zidane bermain di posisi yang sama dengan Eric.”

“Dia merasa jika membeli Zidane, maka akan memengaruhi posisi Eric. Jadi dia bertahan dengan Eric,” imbuh Edwards.

Gelandang – Arjen Robben

 

Arjen Robben pernah menjadi satu di antara pemain sayap yang konsisten dan menakutkan di Eropa. Di Chelsea, Real Madrid, dan Bayern Munchen, Robben kerap membuat full-back kelabakan. Namun, dia sebenarnya bisa menjadi bagian Setan Merah.

Cerita itu diungkapkan Arjen Robben kepada FourFourTwo pada Mei 2018. “Saya terlibat pembicaraan dengan Ferguson selama makan malam di Manchester. Kami berbicara tentang sepak bola dan kehidupan. Saya juga melihat kompleks latihan klub dan segalanya bagus,” kata Robben.

“Namun, setelah saya kembali ke PSV tak ada yang terjadi. Tak ada kontak nyata juga dan kesepakatan tak terjadi. PSV juga bernegosiasi dengan Chelsea saat itu. Jadi mungkin mereka menawarkan uang lebih banyak kepada PSV? Saya tak benar-benar tahu.”

“Saya berbicara kepada Chelsea dan saya suka rencana mereka. Kami menggelar satu pertemuan dan segalanya berjalan cepat. Jika Manchester United menawari saya kesepakatan langsung setelah kami bertemu, saya akan gabung mereka. Tapi itu tak terjadi, dan saya tidak menyesal,” imbuh Robben.

Gelandang – Ronaldinho

 

Seperti yang diungkapkan Paul Scholes beberapa waktu lalu, Ronaldinho hampir merapat ke Manchester United pada 2003, tapi akhirnya malah pindah ke Barcelona.

Saat itu, Ronaldinho masih berusia 23 tahun dan menjadi andalan di PSG serta Timnas Brasil. Dalam wawancara dengan Four Four Two pada 2015, Ronaldinho mengungkapkan apa yang terjadi.

“Itu terjadi hanya dalam 48 jam, tapi Sandro Rosell bilang kepada saya sebelum saya menerima tawaran. ‘Jika saya jadi presiden Barcelona, maukah kamu datang’,” kata Ronaldinho.

“Saya bilang iya. Kesepakatan dengan United hanya tinggal masalah detail dan Rossel menelepon saya dan bilang menang pemilihan di sana. Saya telah berjanji kepadanya untuk bermain di Barca,” imbuh Ronaldinho.

Gelandang – David Silva

 

Seperti halnya Kompany, David Silva juga punya kans jadi bagian Manchester United, sebelum berakhir menjadi tulang punggung Manchester City.

Namun, Ferguson tak mau mengubah taktiknya untuk mengakomodasi permainan Silva. Saat itu, Silva bermain di posisi nomor 10.

Manchester United tak terbiasa dengan taktik yang mengakomodasi pemain nomor 10.

Striker – Alan Shearer

 

Di autobigrafinya, Martin Edwards juga mengungkapkan bahwa Alan Shearer pernah menolak Manchester United saat di Blackburn Rovers.

Mesin gol Premier League tersebut bisa pindah ke Old Trafford, tapi memilih loyal terhadap pemilik Blackburn, Jack Walker.

“Shearer pergi ke rumah Alex Ferguson, berbicara kepadanya, dan menjamin dia akan datang,” tulis Edwards.

“Masalahnya adalah chairman Blackburn, Jack Walker, bukan fan Manchester United, kami rival lokal. Shearer cukup dekat dengan Walker, bahkan seperti ayah baginya. Saya rasa Alan tak ingin membuatnya kecewa dengan datang ke United,” imbuhnya.

Share

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?