Mo Salah Bertahan di Liverpool karena Uang? Gak Ada yang Salah Kok!

admin - Liga Inggris

Mohamed Salah mengangkat trofi FA Cup usai Liverpool mengalahkan Chelsea di Stadion Wembley, Sabtu (15/05/2022) malam WIB.

IDNGoal.news – Spekulasi soal masa depan Mohamed Salah akhirnya menemui titik terang, setidaknya untuk saat ini. Jumat (1/7/2022) kemarin, Salah resmi meneken kontrak baru bersama Liverpool.

Winger 30 tahun itu meneken kontrak berdurasi tiga tahun yang bakal membuatnya bertahan di Liverpool sampai 2025. Tentu ada kemungkinan Salah bertahan lebih lama lagi jika performanya masih luar biasa.

Kontrak baru Salah ini jelas memberikan kelegaan bagi fans The Reds. Betapa tidak, negosiasi antara kedua pihak sudah berjalan berbulan-bulan dan sempat menemui jalan buntu karena nominal gaji.

Salah menuntut kenaikan gaji yang signifikan, tapi Liverpool tidak bisa memberikannya begitu saja karena bertentangan dengan struktur gaji klub.

Gak ada yang salah

Akhirnya, Liverpool mungkin harus mengalah dalam negosiasi ini. Mereka baru kehilangan Sadio Mane dan Divock Origi, bakal jadi bencana jika Salah pun lepas karena masalah gaji.

Kabarnya, Salah mendapatkan gaji 400.000 pounds atau sekitar 7,2 miliar per pekan. Dia jadi pemain dengan gaji tertinggi di Premier League.

“Mungkin karena uang [faktor utama dalam negosiasi], tidak ada yang salah dengan itu,” ujar eks Liverpool, Jamie Carragher.

“Salah telah jadi salah satu pemain terbaik di EPL dan di sepak bola Eropa, khususnya di posisinya, dan dia merasa layak dibayar mahal untuk itu.”

Bengkokkan aturan

Carragher menyadari bahwa kontrak baru Salah ini adalah bukti komitmen pemilik klub. Mereka harus mendobrak struktur gaji yang sudah berjalan sangat baik, semuanya demi mempertahankan Salah.

“Liverpool tidak pernah memberikan angka setinggi itu, khususnya di bawah FSG. Dan saya kira banyak fans Liverpool menghargai model tersebut karena terbukti sukses,” sambung Carragher.

“Jadi, fans bisa menerima cara kerja klub bukan hanya soal kontrak, melainkan juga soal merekrut pemain. Saya kira, andai Salah pergi pun tidak akan banyak yang protes.”

“Namun, dalam kasus speisial seperti Salah, mungkin Anda harus sedikit membengkokkan aturan,” tutupnya.

Share

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?