Odegaard Tunjukkan Mentalitas Pemimpin di Norwegia, Arsenal Butuh Ini!

robin -

Martin Odegaard

IDNGoal.news – Usia pemain Arsenal, Martin Odegaard, mungkin belum bisa dimasukkan ke dalam kategori ‘matang’. Tapi bukan berarti dirinya tidak memiliki sisi kepempimpinan yang mumpuni.

Pada masa jeda internasional ini, Odegaard berkesempatan untuk memperkuat Timnas Norwegia di ajang kualifikasi Piala Dunia 2022. Ada tiga pertandingan yang harus dilalui oleh tim asuhan Stale Solbakken.

Jalan Norwegia diawali dengan laga sulit melawan Belanda di Ullevaal Stadion pekan lalu. Pertandingan berakhir dengan skor imbang 1-1, di mana satu-satunya gol yang bisa mereka ciptakan berasal dari aksi Erling Braut Haaland.

Haaland, bersama Mohamed Elyounoussi, menjadi penentu kemenangan Norwegia atas Latvia 2-0 akhir pekan lalu. Striker Borussia Dortmund itu kemudian mencatatkan hat-trick ketika bertemu Gibraltar pada Rabu (8/9/2021) dini hari.

Obrolan Bebas dan Terbuka

Lima gol dari tiga pertandingan menjadi bukti ketajaman Haaland sebagai seorang penyerang. Sayangnya, bukan dirinya yang menjadi titik sorot dalam rangkaian pertandingan di masa jeda internasional kali ini.

Odegaard menarik perhatian publik dengan mentalitasnya sebagai kapten Norwegia kendati usianya masih cukup muda. Ia menggelar rapat bersama rekan setimnya tanpa kehadiran staf pelatih setelah Solbakken menyoroti performa pemainnya yang dirasa berada di bawh standar.

“Kami berbicara bebas dan terbuka. Semua mengutarakan apapun yang ada di pikiran,” buka Odegaard seperti yang dikutip dari Metro.co.uk.

“Kita sudah memainkan banyak pertandingan besar dalam beberapa tahun terakhir, tapi tak mampu menyelesaikannya secara optimal setiap waktu. Rasanya bagus untuk berbicara soal bagaimana kita bisa menghindari kesalahan baru.”

Cuma Ingin Mengobrol

Odegaard tidak bermaksud sok-sokan dengan membuat aksi yang tidak biasanya. Hanya saja, ia menganggap pertemuan tersebut penting agar proses penyelesaian masalah yang dialami Norwegia di lapangan bisa berlangsung lancar.

“Kami telah memainkan banyak pertandingan penting di mana kami kemudian datang dan berkata harus melakukan ini dan itu. Kali ini kami pikir tidak apa menayangkan semuanya lebih dulu. Ini bukan sesuatu yang revolusioner, kami benar-benar cuma ingin berbincang,” kata Odegaard lagi.

“Sungguh, ini cuma soal apa yang terjadi selama beberapa tahun terakhir. Paling tidak sejak saya bergabung dengan tim nasional, kami belum berada di tempat yang seharusnya di laga besar. Saya merasakan respon setelah obrolan yang sangat bagus itu,” pungkasnya.

Mentalitas seperti inilah yang mungkin dibutuhkan Arsenal untuk bangkit. Seperti yang diketahui, the Gunners menelan kekalahan dalam tiga pertandingan terakhir hingga terperosok ke dasar klasemen sementara Premier League.

Share

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?