Pesan Tegas Gerard Pique Untuk Barcelona Cs: Sepak Bola Milik Fans!

robin -

Gerard Pique

IDNGoal.news – Bek Barcelona Gerard Pique memberikan pesan tegas pada mereka yang mencetuskan ide menggulirkan European Super League dengan mengatakan sepak bola adalah milik para fans.

Barcelona dan 11 klub lainnya membuat heboh jagat sepak bola Eropa dan dunia. Sebab mereka berkolusi untuk menciptakan ESL.

Namun ESL langsung mendapatkan penolakan dari banyak pihak. Dari UEFA tentunya, para pemain, pelatih, hingga pada suporter.

Sanksi UEFA tampaknya tak cukup mempan menghentikan niatan 12 klub itu meneruskan ESL. Namun setelah banyak fans, khususnya dari Inggris yang melakukan protes, satu per satu klub Inggris mengundurkan diri dari proyek tersebut.

Pesan Tegas Pique Pada European Super League

Banyak pemain yang sebelumnya menyuarakan rasa tidak setujunya agar digelarnya European Super League. Di Inggris, ada kapten Liverpool Jordan Henderson, lalu gelandang Manchester United, Bruno Fernandes.

Dari Spanyol ada bek senior Barcelona, Gerard Pique. Bek timnas Spanyol itu memberikan pesan tegas pada Blaugrana maupun 11 klub lainnya bahwa sepak bola itu milik para fans dan bukan segelintir orang saja, khususnya para pengusaha yang cuma berusaha mencari cuan.

“Sepak bola adalah milik fans. Hari ini lebih dari sebelumnya.” Cuit Pique.

Koeman Sepakat Dengan Pique

Pelatih Barcelona, Ronald Koeman, ditanya soal proyek European Super League itu. Ia mengaku enggan berkomentar terkait proyek tersebut.

Namun ia bersedia mengungkapkan sedikit pandangannya terkait ESL. Koeman mengaku sepakat dengan cuitan Gerard Pique.

“Saya tidak ingin berbicara banyak tentang masalah ini, tapi saya setuju dengan tweet Pique,”ungkap Koeman pada Marca.

Koeman Juga Kritik UEFA

Namun dalam kesempatan yang sama, Ronald Koeman juga menyerang UEFA. Ia mengatakan sebenarnya lembaga tersebut juga bobrok dan cuma cari untung saja.

Ia merasa orang-orang yang menjabat di UEFA tidak peduli pada kesejahteraan dan kesehatan para pemain. Buktinya para pemain terus diperas tenaganya tiap pekannya.

“Ada pemain yang telah memainkan jumlah pertandingan yang luar biasa. Ada pembicaraan tentang Liga Super, Liga Champions, dll,” tuturnya.

“Tapi UEFA mengabaikan para pemain yang memainkan begitu banyak pertandingan. Hanya uang yang penting bagi mereka,” ketus Koeman.

“Lihat jadwal untuk musim ini. Besok kami akan bermain jam 10 malam,” keluh Koeman.

Sebagian besar klub penggagas European Super League sudah mengundurkan diri. Kini yang tersisa hanya Real Madrid, Barcelona, dan Juventus.

Share

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?