Profil Stadion Piala Dunia 2022: Al Janoub Stadium

admin - Piala Dunia

Stadion Piala Dunia 2022 Qatar: Al Janoub Stadium

IDNGoal.news – Al Janoub Stadium adalah salah satu stadion yang terdaftar secara resmi menggelar pertandingan Piala Dunia 2022 di Qatar. Lokasinya berada paling selatan dibandingkan tujuh stadion lainnya.

Rencana pembangunan stadion sudah mengemuka pada tahun 2014, tetapi pengerjaannya baru berjalan serius di tahun 2016. Bukan hanya awal pengerjaannya yang molor, tetapi penyelesaiannya juga. Sempat dijadwalkan tuntas pada tahun 2018, ternyata baru bisa digunakan pada tahun 2019.

Meski begitu, Al Janoub Stadium jadi stadion kedua tercepat yang selesai dibangun untuk menyambut Piala Dunia 2022. Stadion ini dapat menampung sampai dengan 40.000 orang.

Al Janoub Stadium juga nyaris terisi penuh ketika menggelar pertandingan resmi dan penting. Pertandingan resmi pertama adalah partai final Emir Cup 2019 antara Al Sadd vs Al-Duhail. Selanjutnya, partai final AFC Champions League 2020 antara Persepolis vs Ulsan Hyundai.

Al Janoub Stadium direncanakan untuk menggelar total tujuh pertandingan di Piala Dunia 2022. Rinciannya adalah enam pertandingan di babak penyisihan dan satu pertandingan babak gugur 16 besar.

Desain Mengundang Kontroversi

Desain stadion yang dirilis Zaha Hadid Architechts sebagai perusahaan yang memenangkan tender pembangunan stadion sempat menuai kontroversi. Desain awalnya dianggap menyerupai bagian vital perempuan, bahkan media barat menjulukinya sebagai ‘vagina stadium’.

Eksterior atap yang bergelombang secara simetris dengan lubang yang terbuka di bagian tengah jadi alasan julukan itu disematkan. Namun, sang arsitek bernama Zaha Hadid membantah anggapan tersebut.

Menurutnya, desain yang digunakan untuk stadion ini terinspirasi dari perahu tradisional bernama Dhow. Perahu ini digunakan oleh mayoritas masyarakat kota Al Wakrah yang pergi mencari ikan dan mutiara di Laut Merah.

Al Janoub Stadium diharapkan dapat mengingatkan sejarah peradaban Al Wakrah yang tidak lepas dari laut. Kota ini bahkan punya julukan sebagai ‘Desa Mutiara’.

Share

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?