Real Madrid Punya Pertahanan Terburuk dalam 10 Tahun Terakhir

reza -

Real Madrid

IDNGoal.news – Real Madrid dipermalukan 0-3 di kandang Eibar, Sabtu (24/11). Hasil ini makin menambah kesedihan El Real, karena mereka sudah kebobolan 19 gol hingga pekan ke-13 musim ini.

Dengan kebobolan hingga 19 gol saat LaLiga baru akan memasuki pertengahan musim, Real Madrid alami musim terburuk sejak musim 2008/09. Kekalahan 0-3 Real Madrid di markas Eibar akhir pekan lalu juga membuat pertahanan skuad Santiago Solari sebagai yang paling buruk di LaLiga dalam satu dekade terakhir.

Real Madrid kini tercatat telah kebobolan 19 kali di liga, dengan laju hampir satu gol setengah, tepatnya 1,46 gol, per game. Namun setelah kemenangan Eibar yang terkenal di Ipurua, Solari hanya mencatat pihaknya akan mencoba mengurangi jumlah kebobolan skuadnya usai laga akhir pekan kemarin.

“Kami akan mencoba mengurangi jumlah kebobolan kami, dan tingkatkan jumlah gol yang kami hasilkan, itulah yang akan kami coba lakukan selanjutnya,” tandas Santiago Solari yang baru saja ditunjuk sebagai pelatih tetap Real Madrid gantikan Julen Lopetegui.

Santiago Solari

Yang membuat keadaan lebih buruk bagi Santiago Solari yang dipaksa untuk berimprovisasi dengan empat pemain lini belakangnya di laga pertamanya sebagai pelatih tetap Madrid, ia mampu pertahankan tiga pemain bertahan pilihan pertamanya sejak awal laga di kandang Eibar dan membawa Dani Carvajal dari bangku cadangan ketika Álvaro Odriozola alami cedera di menit 52.

Marcelo, Sergio Ramos dan Raphaël Varane sama-sama menjadi starter saat Madrid kalah 1-5 dalam laga El Clásico melawan Barcelona, saat klub itu masih diasuh Lopetegui. Dengan Nacho di sebelah kanan di tempat Carvajal yang cedera, dan empat pemain yang berada di tempat sama dalam Starting XI ketika El Real dikalahkan Sevilla 0-3 di Sánchez Pizjuán. Tampaknya, bek pilihan pertama Real Madrid kembali sedang alami krisis kolektif.

Buruknya lini belakang tak pernah terjadi di Madrid sejak musim 2008/09 lalu, saat klub itu diasuh Bernd Schuster. Walau punya jumlah kebobolan gol yang banyak, tapi di bawah asuhan pelatih asal Jerman ini Madrid hanya kalah dalam tiga pertandingan pada tahap yang sama musim ini, dan mencetak 10 gol lebih banyak dari skuad Solari.

Share

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?