Sepakat dengan Eks Liverpool, Roy Keane Kritik Pedas Juru Transfer Arsenal

robin -

Mikel Arteta

IDNGoal.news – Bukan cuma eks Liverpool, Jamie Carragher saja yang kesal dengan pergerakan Arsenal di bursa transfer. Mantan pemain Manchester United, Roy Keane, juga merasakan hal yang sama.

Aktivitas transfer Arsenal dalam beberapa musim belakangan memang cukup mengecewakan. Sosok yang mereka datangkan dari klub lain kebanyakan zonk. Tengok saja David Luiz, Willian, hingga Nicolas Pepe.

David Luiz yang paling parah. Menurut laporan, ia menerima bayaran sebesar 100 ribu pounds per pekan selama membela Arsenal. Namun ia tidak memberikan perubahan yang besar di lini pertahanan dan bahkan sering melakukan blunder fatal.

Parahnya lagi, Arsenal membiarkannya pergi secara gratis setelah kontraknya usai! Tidak ada yang bisa dilakukan selain pasrah, mengingat kontrak Luiz memang cuma jangka pendek dan usianya takkan memikat perhatian klub lain.

Edu ‘Berlibur’ 2 Tahun

Willian direkrut secara gratis dan mungkin bakal dibiarkan pergi setelah kontraknya usai. Dan sejauh ini, pria berdarah Brasil tersebut belum memberikan kontribusi yang signifikan seperti waktu masih membela Chelsea dulu.

Arsenal juga mengeluarkan uang sebesar 72 juta pounds buat Nicolas Pepe yang masih belum mampu memenuhi ekspektasi publik. Sederet kegagalan di bursa transfer ini jelas menjadi tanggung jawab sang juru transfer, Edu.

Parahnya lagi, Edu dilaporkan sedang menikmati masai libur di tengah-tengah sibuknya bursa transfer. Tapi Roy Keane nampak tidak terkejut, karena merasa kalau Edu memang cuma berlibur saja selama dua tahun terakhir.

“Saya pikir dia berlibur selama dua tahun!” kata Keane dalam Sky Sports’ The Overlap. Ia menyindir dengan berkata seolah-olah urusan bisnis yang dilakukan Edu selama ini hanyalah kedok untuk menikmati liburan di tempat lain.

Pemain Digaji Kemahalan dan Sulit Dijual

Keane kemudian mengkritik kebijakan Arsenal yang memberi gaji besar kepada pemain minim kontribusi. Kasus Mesut Ozil adalah contoh nyata. Sialnya, gaji yang tinggi itu menjadi faktor utama mengapa pemain seperti Ozil begitu sulit untuk dijual.

“Ada pemain di Arsenal yang menerima uang berjumlah besar dan mereka tak mampu menyingkirkan mereka. Jadi kemudian mereka kandas dalam percobaan membeli pemain. Rekrutmen adalah kunci,” kata Keane lagi.

“Kami tidak meremehkan Arsenal, mereka memenangkan FA Cup dua tahun lalu, tapi kami berbicara soal memenangkan gelar liga dan Arsenal sangat jauh dari itu karena mereka tak mendapatkan pemain, tidak memiliki kekuatan kedalaman [skuat],” pungkasnya.

Perkataan Roy Keane bisa jadi menyinggung Arsenal yang ingin merekrut striker baru tapi tak bisa menemukan klub baru buat Alexandre Lacazette. Perlu diketahui kalau Lacazette adalah pemain dengan gaji tertinggi ke-4 di dalam skuat menurut data Spotrac.com.

Share

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?