Tampil Buruk Bersama Spurs, Hugo Lloris: Efek Piala Dunia 2022

admin - Liga Inggris

Kiper Tottenham Hugo Lloris.

IDNGoal.news – Kiper Tottenham Hotspur, Hugo Lloris tampil buruk di beberapa laga terakhir di Premier League 2022/23. Di laga terakhir, Lloris harus kebobolan banyak gol saat kalah dari Manchester City pada Jumat (20/1/2023).

Tidak tanggung-tanggung, Lloris harus memungut bola sebanyak empat kali dalam kurun waktu 45 menit. Kebobolan empat gol menjadi sinyal habisnya masa keemasan Lloris sebagai salah satu kiper terbaik Spurs.

Penampilan buruk Lloris membuat Spurs harus kebobolan 21 gol dari 10 laga terakhir musim ini. Menanggapi performa buruknya, Lloris merasa bahwa dirinya belum bisa move on dari sakit hati kalah di partai puncak Piala Dunia 2022.

Sejak kekalahan tersebut, Lloris merasa ritme bermainnya belum bisa membaik hingga saat ini. Saya tidak bisa mengeluh. Anda seorang profesional dan anda hanya mengikuti ritme (buruk),” terang Lloris dikutip dari Fotmob.

Mental Lloris Hancur

Hugo Lloris mengaku bahwa buruknya performanya saat ini masih dipengaruhi oleh kegagalan di Piala Dunia 2022. Lloris yang menjadi kapten Prancis, gagal membawa timnya mempertahankan gelar juara setelah kalah melawan Argentina.

Lloris membeberkan bahwa mentalnya cukup hancur setelah kekalahan di partai puncak tersebut. Terlebih Lloris harus kebobolan tiga gol di laga tersebut dan tak bisa menahan satupun tembakan di babak adu penalti.

“Ketika anda terlibat dengan tim nasional dan anda pergi hingga hari terakhir Piala Dunia (2022), anda kembali dan kehilangan kesegaran mental. Tapi anda harus kembali ke jalur yang benar (bersama Spurs),” ujar Lloris.

Salahkan Defleksi

Performa buruk Lloris mulai disorot setelah kekalahan Spurs dalam derbi London Utara melawan Arsenal. Kesalahan individu Lloris dinilai sebagai salah satu faktor kekalahan di laga tersebut.

Di laga melawan Manchester City, Lloris kembali menjadi sorotan setelah kebobolan empat gol. Namun Lloris menyatakan beberapa gol yang dipermasalahkan merupakan murni akibat defleksi yang sulit dikendalikan.

“Ketika anda melihat gawang Arsenal, saya (tahu sedang) berada di posisi yang bagus, tetapi defleksi mengenai bola di dada saya dan dengan putaran bola melewati (garis gawang).”

“Itu adalah sesuatu yang bahkan (tidak bisa terjadi) jika saya ingin melakukannya dengan sengaja. Bahkan pada hari Kamis, ketika anda melihat gol (Manchester City) ketiga, defleksi membuat bola melewati lutut saya,” tambah Lloris.

Share

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?