Tanggapan Exco PSSI soal #EdyOut

reza -

Edy Rahmayadi

IDNGoal.news – Desakan agar Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi untuk mundur ditanggapi anggota Komite Eksekutif PSSI Yoyok Sukawi. Yoyok menyebut semua harus sesuai tahapan.

Edy diminta mundur oleh suporter Indonesia menyusul kegagalan timnas di Piala AFF 2018. Dia juga dianggap tidak bisa fokus bertugas sebagai ketum PSSI karena juga menjabat sebagai gubernur Sumatera Utara. Bahkan Edy kerap tak hadir dalam rapat-rapat yang digelar PSSI.

Namun, desakan itu tak bisa serta merta dituruti lantaran ada mekanisme yang harus dilalui. Misalkan PSSI harus menggelar Kongres Luar Biasa, dibutuhkan adanya usulan dari anggota di Kongres Tahunan 20 Januari mendatang.

“Kalau soal itu kan ada tahapannya. Salah satunya adalah adanya usulan dari 2/3 anggota PSSI untuk mengusulkan agenda baru di Kongres Tahunan. Sampai sejauh ini belum ada usulan soal itu,” kata Yoyok saat dihubungi pewarta Selasa (27/11/2018).

PSSI baru akan menggelar kongres tahunan pada 20 Januari mendatang. Adapun salah satu agendanya mengevaluasi kinerja PSSI dalam setahun terakhir.

“Tentu saja evaluasi selama 2018. Ada banyak yang dievaluasi, misalnya soal kompetisi dan timnas. Kemudian juga membuat rencana kerja pada tahun 2019.”

Dihubungi terpisah, manajer tim Madura United, Haruna Soemitro, mengatakan untuk Kongres Luar Biasa belum terlalu urgent dilakukan.

“Saya sendiri merasa masih merasa belum urgent karena kongres PSSI itu sebentar lagi diadakan bulan Januari. Kita tunggu saja di kongres itu karena kongres itu adalah forum yang dijamin statuta,” ujarnya.

“Dari pada bising di luar, nanti berpotensi jadi tak produktif ya lebih baik aspirasi itu kita tuangkan saja di sana,” kata Haruna

Kegentingan yang dimaksud Haruna dalam arti kompetisi akan selesai dan masa kepengurusan baru dua tahun. Sehingga daripada ribut lebih baik mengoptimalkan kongres terkait apa yang akan dilakukan.

“Jadi buat apa ribut karena yang urgent 20 Januari nanti.”

Share

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?