Tentang Meninggalnya 2 Bobotoh Persib, Robert Alberts: Ini Kabar yang Sangat Menyedihkan

admin - Liga Indonesia

Suasana Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat Persib Bandung berjumpa Persebaya Surabaya di Piala Presiden 2022, Jumat (18/6/2022)

IDNGoal.news – Kabar duka datang dari laga Persib Bandung vs Persebaya Surabaya di Piala Presiden 2022, Jumat (17/6/2022). Ada dua Bobotoh yang meninggal dunia dalam laga di Stadion GBLA itu.

Dua Bobotoh yang meninggal itu adalah Asep Ahmad Solihin warga Cibaduyut, Bandung, dan Sopiana Yusuf asal Bogor, Jawa Barat. Itu setelah terjadi kericuhan di pintu masuk stadion GBLA saat berlangsungnya pertandingan Persib lawan Persebaya.

Robert Rene Alberts turut menanggapi kabar ini. Menurut pelatih Persib tersebut, ini adalah kabar yang sangat menyedihkan.

Jangan Saling Menyalahkan

“Sangat sedih. ini kabar yang sangat menyedihkan,” kata Robert di Stadion Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Minggu (19/6/2022).

“Sepak bola itu seharusnya untuk dinikmati, dan seharusnya tidak ada korban jiwa di sepak bola. Cerita yang sungguh menyedihkan,” imbuhnya.

Diakui Robert, terkait insiden itu, dia melihat banyak orang mulai saling menyalahkan. Ia berharap semua orang bisa berpikir jernih dan berpikir bagaimana agar hal itu tidak terulang kembali.

“Dari apa yang saya lihat, semua orang mulai saling menyalahkan. Saya melihatnya seperti itu, dan sudahlah. Saya harap orang-orang mulai menunjuk ke arah yang tepat, menunjuk kepada pihak yang seharusnya bertanggung jawab,” cetus Robert.

Tim Fokus ke Pertandingan

Suporter menyalakan flare dalam laga Persib Bandung vs Bali United di Piala Presiden 2022 (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi
Satu hal yang pasti, kata Robert, dengan meninggalnya dua Bobotoh di Stadion GBLA dimana Persib saat beraksi tentu sangat disayangkan, di mana hal itu seharusnya tidak terjadi, apalagi sepak bola mulai kembali bisa dinikmati suporter secara langsung ke stadion.

“Dan saya bukan orang yang berhak bicara mengenai ini, dan seharusnya menjadi milik orang dengan wewenang tertinggi mengenai kejadian itu,” kata pelatih Persib asal Belanda ini.

“Karena kami fokus terhadap apa yang harus dilakukan di lapangan untuk persiapan pertandingan selanjutnya. Tetapi pada akhirnya tim tentu akan terlibat karena pertandingan bisa saja digelar tanpa penonton,” tambah Robert.

“Ya ada kemungkinan pindah venue. Jadi tim juga menderita karena insiden yang seperti ini,” pungkas pelatih Persib berusia 67 tahun ini.

Share

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?