Transaksi Non-tunai Jadi Tren Selama Piala Dunia 2018

reza -

Piala Dunia 2018

IDNGoal.news – Transaksi non-tunai sepertinya menjadi tren baru di sepanjang pagelaran Piala Dunia 2018 kemarin. Hal itu bisa dilihat dari laporan yang dirilis oleh Visa selaku penyedia layanan resmi pembayaran non-tunai di ajang terbesar di kancah sepakbola itu.

Baru-baru ini, Visa merilis laporan penggunaan fasilitas non-tunai sejak laga pembuka hingga babak semifinal tanggal 11 Juli yang lalu. Kesimpulan dari laporan tersebut menyebutkan bahwa para konsumen sudah beradaptasi dengan teknologi baru itu.

Laporan itu mengungkapkan bahwa terjadi peningkatan sebanyak 50 persen dalam transaksi jual beli di tempat penyelenggaraan turnamen. Data tersebut telah mencakup transaksi yang menggunakan kartu kredit, perangkat mobile, dan lainnya.

Data Transaksi Non-tunai

Data Transaksi Non-tunai

Pengguna kartu Visa menghabiskan 1408 rubles (atau sekitar 320 ribu rupiah) per transaksinya di dalam stadion. Para pengunjung dari Rusia menjadi penyumbang terbanyak, diikuti oleh Amerika Serikat dan Meksiko secara berurutan.

Para pengunjung juga lebih banyak menghabiskan uangnya untuk membeli merchandise resmi di dalam stadion (4200 rubles per transaksi, atau sekitar 964 ribu rupiah). Sedangkan untuk konsumsi di stadion, para pengunjung menghabiskan sekitar 800 rubles (sekitar 183 ribu rupiah per transaksi).

“Kerja sama Visa membuat kami bisa menunjukkan inovasi metode pembayaran mutakhir dalam skala global,” ujar Lynne Biggar, kepala bidang marketing dan komunikasi Visa Inc, dikutip dari The Nation.

“Data pengeluaran pemegang kartu Visa selama Piala Dunia menggambarkan perkembangan kepercayaan dan keamanan transaksi non-tunai di Rusia, sehingga mereka bisa menghabiskan waktu lebih banyak di lapangan,” lanjutnya.

Pemasukan Terbanyak Piala Dunia

Pemasukan Terbanyak Piala Dunia

Dari 62 pertandingan Piala Dunia 2018 Rusia sejauh ini, laga pembuka antara tuan rumah melawan Arab Saudi di Luzhniki Stadium mencatatkan pemasukan terbanyak, yakni sekitar 55 juta rubles (atau sekitar 12 trilyun rupiah). 69 persen datang dari warga Rusia, sedangkan sisanya merupakan pengunjung dari luar negeri.

“Industri pembayaran di Rusia sedang mengalami transformasi yang dinamis dan telah menunjukkan perkembangan yang besar,” ujar Ekaterina Petelina, manajer Visa Rusia.

“Melalui kerja sama dengan FIFA, Visa bisa fokus menyediakan cara pembayaran yang baru kepada fans di Rusia, sembari memajukan bisnis kami di pasar,” pungkasnya.

Share

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?