Uang! Faktor yang Membuat Barcelona dan Lionel Messi Harus Berpisah

robin -

Lionel Messi

IDNGoal.news – Jurnalis Sky Sports, Kaveh Solhekol, menyebut uang adalah faktor utama yang membuat Lionel Messi dan Barcelona harus berpisah. Bukan hanya soal gaji atau nilai kontrak, tapi juga situasi finansial sulit yang dihadapi Barcelona.

Barcelona membuat fans mereka patah hati. Sebab, klub asal Catalan itu secara resmi mengumumkan tidak melanjutkan kerja sama dengan Lionel Messi. Keputusan yang tentu saja membuat fans Barcelona kaget.

Sebelum membuat sedih fans mereka, sang presiden Joan Laporta telah membuat pernyataan bahwa klub sudah sepakat dengan Messi soal kontrak baru. Namun, Barcelona butuh waktu dan uang untuk secara resmi memberikan kontrak pada La Pulga.

Uang

Menurut Solhekol, uang adalah faktor yang menjadi dalang di balik kegagalan Barcelona mempertahankan Messi. Walau sudah menurunkan nilai kontraknya hingga 50 persen, nyatanya Barcelona masih tidak punya cukup uang.

“Ini semua tentang uang, itu semua soal uang,” kata Solhekol kepada Sky Sports.

“Messi memiliki kontrak yang luar biasa di Barcelona. Dia mendapat sekitar 100 juta euro setahun. Itu habis pada akhir musim lalu, dan ke depan tidak mungkin Barcelona bisa memberinya kontrak semacam itu lagi,” tegas Solhekol.

Barcelona, sambung Solhekol, punya dua masalah besar. Pertama, klub asal Catalan kehilangan banyak pemasukan selama pandemi. Kedua, mereka punya batasan nilai kontrak pemain yang ditetapkan La Liga berdasar kesehatan finansial klub.

Kompromi yang Gagal

Barcelona dan Lionel Messi sudah melakukan kompromi untuk mencari situasi. Kontrak La Pulga dipotong hingga 50 persen. Namun, situasi terkini membuat kompromi itu seolah tidak berarti. Barcelona tetap tidak bisa mendaftarkan Messi.

“Sampai minggu ini, sepertinya Messi bersedia menerima itu, dengan upahnya turun menjadi sekitar 50 juta euro. Tapi dalam beberapa hari terakhir, semuanya telah berubah,” kata Solhekol.

“Kami belum tahu apakah itu karena Messi merasa bisa mendapatkan lebih banyak uang di tempat lain, mungkin sebuah klub berbicara dengannya dan mengatakan datang ke Paris, kami ingin menyatukan Anda kembali dengan Neymar, atau apa yang dikatakan Barcelona benar, dan bahkan jika Barcelona memberinya pemotongan gaji 50 persen, mereka tak bisa mempertahankan Messi,” tegas Solhekol.

Share

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?