Zlatan Ibrahimovic adalah Hadiah Terbaik AC Milan, Tapi Bagaimana dengan Cederanya?

admin - Liga Italia

Kekecewaan Zlatan Ibrahimovic dalam laga AC Milan vs Spezia, Selasa (18/1/2022)

IDNGoal.news – Perpanjangan kontrak satu tahun Zlatan Ibrahimovic di AC Milan disebut Ronaldo Luis Nazario Da Lima sebagai hadiah terbaik bagi Rossoneri. Namun, Ronaldo turut mengkhawatirkan cedera yang menimpa pemain berusia 40 tahun tersebut.

Seperti yang diketahui, kontrak Ibrahimovic sudah habis di Milan pada awal Juli 2022. Milan kemudian memilih memperpanjang kontrak sang pemain sampai akhir musim kompetisi 2023 dengan catatan pengurangan pada gajinya. Ibrahimovic diketahui hanya akan menerima 1 – 1,5 juta Euro saja per musimnya.

Milan memperpanjang Ibrahimovic karena punya pengaruh besar, seperti sukses membantu Milan lolos ke Liga Champions pada musim 2020/2021. Semusim berselang, Milan berhasil diantarkannya sebagai juara Liga Italia.

Namun di usianya yang kelewat senja untuk ukuran pemain sepak bola, cedera mulai mengganggu karier Ibrahimovic. Penyerang gaek asal Swedia itu bahkan diprediksi baru bisa bermain pada awal tahun 2023 mendatang.

Hadiah Terbaik

Komentar Ronaldo soal hadiah terbaik untuk Milan bukan sembarangan. Ibrahimovic terbukti membawa pengaruh yang cukup besar di tubuh Rossoneri.

Milan terakhir kali menang pada musim 2010/11 saat Ibrahimovic masih muda. Milan baru juara lagi pada musim 2021/22, ketika Ibrahimovic kembali dari perantauannya di Amerika Serikat bersama LA Galaxy.

“Ibra adalah hadiah terbaik yang bisa didapatkan Milan untuk diri mereka sendiri di musim ini,” katanya kepada Gazzeta dello Sport.

Bayang-bayang Cedera

Ibrahimovic kembali ke San Siro pada pertengahan musim 2019/20 atau awal tahun 2020 lalu. Sejak bergabung, Ibrahimovic dibayang-bayangi dengan rekam jejak cedera.

Ibrahimovic tercatat sudah absen selama 347 hari karena berbagai cedera yang menimpanya. Itu belum ditambah dengan 235 hari lagi setelah cedera pada pertengahan Maret lalu.

“Tapi satu hal yang but saya penasaran, bagaimana caranya nanti dia comeback dan akan seperti apa?” kata Ronaldo mengomentari riwayat cedera.

Berpengalaman

Ronaldo sudah pernah punya pengalaman buruk soal cedera, terutama cedera lutut. Dua kali cedera lutut telah mengubahnya dari sosok yang dijuluki El Fenomeno (Sang Fenomenal) jadi pemain yang biasa-biasa saja.

Ronaldo sempat cedera lima bulan sejak akhir tahun 1999. Dia kemudian menepi lebih lama lagi pada pertengahan 2000, yang membuatnya wajib istirahat sampai menjelang Piala Dunia 2002.

“Waktu saya berjuang dengan cedera lutut, saya bertanya lagi kepada diri sendiri, ‘Bagaimana rasanya kembali bermain?” ungkapnya.

Share

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?