Zonk! 6 Transfer Real Madrid yang Mengecewakan

admin - Liga Spanyol

Skuat Real Madrid merayakan gol Vinicius Junior ke gawang Real Betis, Sabtu (3/9/2022)

IDNGoal.news – Seperti Liga Inggris dan Liga Italia, Liga Spanyol mampu menarik pemain-pemain hebat dari seluruh dunia. Di Spanyol, ada dua klub besar yang jadi tujuan, yakni Barcelona dan Real Madrid.

Khusus di Real Madrid, sederet pemain bintang pernah mengenakan jersey kebanggaan Los Blancos. Satu di antaranya adalah Cristiano Ronaldo, yang kini memperkuat Manchester United. Bang Dodo memperkuat Real Madrid selama delapan tahun, dari 2009 hingga 2018.

Selama kariernya di Santiago Bernabeu, Ronaldo panen trofi. Baik di kompetisi domestik maupun di kasta antarklub tertinggi Eropa.

Jika Ronaldo adalah rekrutan terbaik, maka pemain-pemain di bawah ini adalah rekrutan terburuk. Ini membuktikan klub sekelas Real Madrid saja bisa melakukan kesalahan dalam hal merekrut pemain. Siapa saja?

Pedro Leon

Hanya berselang setahun setelah direkrut dari Getafe pada 2010, Leon langsung ditendang balik ke klub lamanya itu. Apa pasal? Juru taktik Real Madrid saat itu, Jose Mourinho, sudah hilang kesabaran. Mourinho muak terkait etos kerja Leon.

“Dia menganggap dirinya seolah-olah Zinedine Zidane, Diego Maradona, atau Alfredo Di Stefano,” semprot Mourinho.

Mourinho menyingkirkannya lantaran dinilai tak mumpuni menjalankan peran sebagai penyerang sayap. Akibatnya, Leon kehilangan banyak menit bermain. Dia hanya tampil enam kali di La Liga dan tak pernah menjadi starter serta bermain hanya 132 menit.

Padahal, untuk mendapatkannya, Madrid harus merogoh kocek dalam senilai 9 juta pounds atau sekitar Rp178 miliar. “Saya merasa dipermalukan di Madrid. Saya melakukan semua yang saya bisa. Saya profesional. Saya bekerja keras,” kata Leon, membela diri. Tapi semua sudah terlambat. Mourinho tetap pada pendiriannya.

Robert Prosinecki

Dia sebenarnya pemain sarat talenta. Itulah kenapa Madrid rela mengucurkan dana sebesar 15 juta pounds untuk memboyongnya dari klub Serbia, Red Star Belgrade, pada 1991.

Namun, asa tinggi itu menguap seiring berjalannya waktu. Cedera yang berkepanjangan membuat sang gelandang terdepak dari skuad utama. Kondisinya semakin payah, karena Prosinecki tak punya gaya hidup yang ketat laiknya atlet profesional.

Sebelum dilepas ke Barcelona pada 1995, Prosinecki pernah dipinjamkan ke Oviedo.

Walter Samuel

Real Madrid menyambutnya dengan tangan terbuka. Publik Santiago Bernabeu pun siap mendukungnya tanpa keraguan. Madrid memang sedang mencari bek tangguh dan itu diyakini ada pada Walter Samuel.

Samuel adalah eks tembok kukuh AS Roma yang mendapat julukan ngeri, The Wall. Empat tahun dia membela I Lupi sebelum hijrah ke Los Blancos pada 2004.

Namun, fans harus mengelus dada. Ketangguhan Samuel sirna di La Liga. Ketangguhannya seakan sirna. Hanya satu tahun dari gembar-gembor kedatangannya, pada 2005 Madrid membiarkannya pergi begitu saja ke Inter Milan.

Javier Saviola

Di atas langit masih ada langit. Seperti itulah kira-kira nasib Saviola di Madrid. Dia hadir di waktu yang tak tepat.

Berada di antara bintang-bintang seperti Arjen Robben, Gonzalo Higuain, Raul, Robinho, dan Ruud van Nistelrooy membuat eks Barcelona itu redup. “Saya berharap saya akan bermain lebih banyak,” harap Saviola, tak lama setelah mendaratkan kakinya di Santiago Bernabeu pada 2007.

Namun, penyerang yang pernah menyandang gelar Pemain Terbaik Amerika Selatan itu pada hanya kecewa. Saviola, yang kini berusia 40 tahun, hanya mampu mengemas lima gol. Pada 2009, dia dilego ke Benfica.

Jonathan Woodgate

Newcastle menang banyak. Itu karena mereka berhasil melepas satu di antara pilar terbaiknya, Jonathan Woodgate, ke klub tajir Spanyol, Real Madrid, dengan nilai transfer 13,4 juta pounds pada 2004.

Di Madrid, Woodgate tak langsung dimainkan. Dia harus menunggu sampai 22 September 2005 untuk melakoni debut kontra Athletic Bilbao. Entah mimpi apa dia sebelum bertanding, alih-alih menjaga jantung pertahanan agar tak kebobolan lawan, Woodgate malah melakukan gol bunuh diri.

Tak hanya itu, bek jangkung itu kemudian diusir keluar lapangan pertandingan karena diganjar kartu merah. Merasa tak diperlakukan lagi, Madrid membuangnya ke Middlesbrough sebagai pemain pinjaman.

Ze Roberto

Tak semua mengamini ketika Ze Roberto ingin melanjutkan kariernya ke Real Madrid. Namun, Ze Roberto tetap ngotot ingin meninggalkan Portuguesa. Gemerlap La Liga bisa jadi membuat gelandang ber-KTP Brasil itu emoh berpikir dua kali.

Pada 1997, Ze Roberto pun terbang ke Santiago Bernabeu setelah Portuguesa menerima cek sebesar 9 juta pounds. Namun, Ze Roberto KO.

Persaingan yang ketat membuatnya kehilangan banyak menit bermain. Capek-capek latihan, Ze Roberto malah kerap diparkir di bangku cadangan. Tak kuat memikul beban, Ze Roberto kontan mudik ke Brasil dan mengadu nasib bersama Flamengo pada 1998.

Share

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?